Petisi ditutup

OPPO Indonesia HARUS & WAJIB meminta maaf di minimal 5 media nasional (Kompas, Detik, Antara, Jakarta Pos, dll) & minimal 5 media lokal seperti : Pikiran Rakyat, Bali Post, Tribun, Jawa Pos, dll

Petisi ini mencapai 335 pendukung


Pada awal April lalu, puluhan media nasional menerima undangan Hard copy yang sangat Eksklusif dari OPPO Electronic Indonesia untuk hadir pada peluncuran produk OPPO Find 7.  Sebagai vendor yang tergolong “pemain” baru di pasar hape Indonesia, namun OPPO tampil sangat agresif.  Nama OPPO begitu mudah dikenal masyarakat.  Itulah yang membuat para wartawan bersemangat untuk selalu menghadiri setiap acara yang digelar OPPO.

Tiba di hari H, saat usai melakukan registrasi, pihak penyelenggara menyodorkan surat pernyataan yang isinya benar-benar sangat mengejutkan dan bertentangan dengan Undang-undang Pers No. 40 tahun 1999.

Pada pasal 4 tertulis jelas  4 pasal yang terdiri dari :

1. Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.

2. Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran.

3. Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

4. Dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan mempunyai Hak Tolak.

Sementara pada surat pernyataan yang disodorkan pihak Oppo nampak tertulis antara lain :

1.     Wartawan hanya boleh menulis berita dari release yang diberikan pihak OPPO.

2.     Materi yang didengarkan di luar press release saat peluncuran, TIDAK DAPAT DIPUBLIKASIKAN kepada khalayak umum.

3.     Apabila nantinya ada materi yang didengar pada saat peluncuran dipublikasikan pada media, OPPO berhak melakukan GUGATAN HUKUM.

4.     Jurnalis TIDAK DIPERBOLEHKAN membawa media rekam baik kamera, handycam, dan recorder.

Apa yang tertera dalam poin surat pernyataan tersebut jelas sekali bertentangan dengan undang-undang pers.  OPPO terang-terangan membatasi ruang gerak wartawan, melakukan perbuatan tidak menyenangkan, dan menghina profesi wartawan.  Bahkan OPPO melanggar hak Asasi warga negara.

Untuk itu, kami Aliansi Wartawan TELKO mengutuk keras dan menentang cara-cara yang dilakukan OPPO tersebut. 

Bagi kawan-kawan wartawan termasuk yang di luar desk telekomunikasi, apabila tidak sepakat dengan cara yang dilakukan OPPO, atau menentang keras dalam bentuk apapun dan oleh siapapun sebagaimana yang dilakukan OPPO, silahkan memberikan dukungan terhadap petisi ini.

Mudah-mudahan dengan adanya petisi ini, kebebasan pers akan terus terjaga dengan menjunjung tinggi etika jurnalistik serta rambu-rambu atau undang-undang yang ada.

Maju Terus Telekomunikasi Indonesia

Salam

Aliansi Wartawan TELKO (AWT)

 

 



Hari ini: AliansiWartawanTELKO mengandalkanmu

AliansiWartawanTELKO (AWT) membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "@OPPOIndonesia @OPPOIndonesia HARUS & WAJIB meminta maaf di media nasional dan lokal". Bergabunglah dengan AliansiWartawanTELKO dan 334 pendukung lainnya hari ini.