STOP!! dan HAPUSKAN!! Fintech atau Pinjaman Online di Indonesia..

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Maraknya Fintech atau pinjaman online yang berbasis teknologi informasi belakangan ini makin meresahkan masyarakat Indonesia. Semakin banyak warga indonesia terjerat dengan pinjaman online ini. Bunga yang sangat tinggi dan sangat memberatkan nasabah. Bahkan sudah memakan korban bunuh diri akibat gagal bayar di pinjaman online. Beberapa faktor disebabkan oleh sistem penagihan oleh Debt Collector yang semena-mena dan melanggar peraturan antara lain:

- pihak fintech dapat dengan bebas mengakses dan mengambil data pribadi nasabah seperti kontak,sms,panggilan telepon, gambar, dll

- memfitnah, menghina, mengancam, memaki, mengintimidasi bahkan sampai melecehkan secara seksual.

- penagihan dilakukan tanpa kenal waktu, ada yang sebar data ke seluruh kontak nasabah untuk menagih dengan cara sms,telepon dan whatsapp, bahkan sampai di invite grup whatsapp yg isinya mempermalukan dan memfitnah nasabah.

- selain dipermalukan secara sosial, banyak yang dipecat dari pekerjaan, diceraikan suami/istrinya, dan dikucilkan dari keluarga bahkan masyarakat sekitar.

- tidak adanya kerjasama ataupun solusi penyelesaian secara baik antara debitur dan kreditur

Dari point2 diatas kita akan mengetahui betapa mengerikannya terjerat fintech atau pinjaman online, baik fintech legal maupun yang ilegal. Saya miris melihat makin merajalela nya fintech yang makin menjerumuskan dan menyengsarakan masyarakat indonesia. Dukungan saudara setanah air sangat membantu agar tidak ada lagi Fintech yang menyesatkan dan tidak sesuai dengan peraturan. Mari kita STOP dan HAPUS Fintech dari Indonesia.