Agar Bank mengurangi separoh bunga yang dibebankan kepada debitur Selama wabah Covid-19

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Wabah Covid-19 adalah force majeur event yang menyebabkan banyak debitur dalam segala katagori mengalami kesulitan membayar bunga pinjaman bank. Disisi lain, perbankan masih mempertahankan tingkat suku bunga yang tinggi meskipun terjadi penurunan cost of fund dan bunga acuan BI. Secara individu,  dalam mengajukan penurunan bunga, masing-masing debitur mempunyai posisi tawar yang lemah. Untuk itu, saya mengajak teman-teman bersatu mengajukan petisi ini agar OJK segera mengeluarkan peraturan yang memaksa semua bank memangkas bunga 50% Dari tingkat bunga pinjaman saat ini. Disisi lain, supaya semua bank rela melaksanakan aturan ini, dalam aturan tsb OJK juga memberikan payung hukum agar bank Secara bersamaan dapat menurunkan suku bunga deposito, tabungan dan bunga produk funding lainnya sebesar 50%  dari tingkat bunga yang berlaku. Kalau usulan petisi ini dijalankan, para debitur khususnya UMKM dan korporasi lebih tertolong sehingga pada gilirannya dapat mempertahankan usahanya dan mengurangi pengangguran. Usulan ini juga tidak membebani APBN, karena pada dasarnya yang menolong penurunan bunga debitur adalah para deposan. Dalam kondisi ekonomi menuju resesi, wajar jika yield investasi pada deposan juga menurun. Usulan ini juga membantu sector perbankan terhindar dari kehancuran akibat membengkaknya non-performing loan kalau banyak debitur tidak sanggup membayar bunga. Pada akhirnya, bank yang selamat dari krisis sangat diperlukan untuk membantu pemulihan ekonomi saat wabah telah berlalu dan negara tidak perlu  melakukan bail-out sebagaimana yang terjadi pada Asian crisis tahun 1998. Tentu saja pelaksanaan usulan ini bisa sedikit berdampak pada kurs Rupiah, tetapi itu bisa diantisipasi dengan pembatasan transaksi dollar yang lebih ketat. Resiko capital flight relatif kecil karena hampir semua negara menutup border dan bahkan sebagian negara memberikan zero  bahkan negative yield.