Pecat Yahya Cholil Staquf dari Wantimpres dan PBNU!!!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Pecat Yahya Cholil Staquf dari Wantimpres dan PBNU!!!

Assalamu’alaikum wr wb

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang mencintai kemerdekaan dan membenci penjajahan di muka bumi. Hal ini tercermin pada Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi : “Bahwa Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di muka dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan”. Karena itu sikap Politik Internasional Indonesia selalu mengecam berbagai tindakan penjajahan di muka bumi termasuk penjajahan Zionis Israel atas bumi Palestina, tanah dimana terdapat Baitul Maqdis, tempat suci ketiga umat Islam selain mekkah dan madinah.

Indonesia juga memliki kedekatan historis dengan Palestina, dimana disaat Indonesia, sebagai negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia, memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus tahun 1945, Palestina lewat Mufti Agung Sayyid Amin Al Husseini, termasuk yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia. Sehingga sudah sepatutnya Indonesia turut membantu membebaskan Palestina dari cengkraman Zionis Israel, baik secara diplomasi maupun bentuk-bentuk bantuan lainnya.

Presiden RI Joko Widodo juga berjanji akan komitmen terhadap perjuangan pembebasan Palestina dari Zionis Israel, namun Komitmen ini dirusak lewat Kunjungan Yahya Cholil Staquf (YCS) kepada Zionis Israel, YCS yang merupakan anggota wantimpres serta Katib Aam Syuriah PBNU. Ia datang sebagai pembicara dalam forum American Jews Committe adalah sangat menyakitkan bahkan mempermalukan bangsa Indonesia, terkhusus kepada rakyat Palestina bahkan yang membuat lebih geram lagi adalah disaat umat Islam Indonesia sedang merayakan hari raya Idul Fitri tersebar video dan foto YCS sedang bercengkrama tersenyum ria dengan Netanyahu, perdana menteri penjajah Zionis Israel.

YCS mengklaim hadir di Israel tidak dalam kapasitas dua Jabatan tersebut. Pemerintah Indonesia dan PBNU pun telah secara resmi memberikan pernyataan tidak terkait dengan kelakuan YCS dan itu dilakukan dalam kapasitas sebagai pribadi tidak mewakili institusi wantimpres dan PBNU dengan tetap menegaskan komitmen mereka pada pembebasan Palestina. Tetapi pernyataan itu semuanya hanyalah omong kosong belaka, karena Jabatan bukan seperti celana dalam yang bisa dilepas seenaknya, ia tetap melekat kepada orang tersebut kapanpun dimanapun selama masih menjabat.

Karena itu, bila Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Joko Widodo dan PBNU benar-benar Komitmen mendukung perjuangan pembebasan Palestina, maka itu WAJIB dibuktikan dengan MEMECAT YAHYA CHOLIL STAQUF, baik sebagai WANTIMPRES maupun KATIB AAM PBNU. Kalau ini tidak dilakukan itu artinya Diplomasi Indonesia terkait kasus Palestina adalah DIPLOMASI MUNAFIK!!!

wassalamu’alaikum wr. wb.



Hari ini: Bkn mengandalkanmu

Bkn Said membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "NU: Pecat Yahya Cholil Staquf dari Wantimpres dan PBNU!!!". Bergabunglah dengan Bkn dan 148 pendukung lainnya hari ini.