Tolak Shafiq Pontoh Jadi Duta Medsos Kota Ambon

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Jumat, 7 September 2018, bertepatan dengan HUT Kota Ambon ke-443, Syafiq Pontoh ditetapkan sebagai duta media sosial oleh Wali Kota Ambon melalui Surat Keputusan Nomor 317 Tahun 2018 yang ditandatangani pada 6 september 2018.

Shafiq Pontoh adalah orang yang menyebut anak muda Maluku Gagap Teknology (Gaptek) alias tidak bisa menggunakan Facebook, twitter, instagram, juga Line saat ia menjadi narasumber dalam program acara Ngobrol Pintar (Ngopi) di Kompas TV pada Selasa (21/8) pukul 22.00 WIT.

“Jelas-jelas anak muda (Ambon) semua saya tanyakan ada yang pakai FaceBook (FB) ngak? Cekikan semua, mama bapak saya yang pakai, ada yang pakai twitter ngak? Celingukan seperti tanya benda apa? Instagram? Sedikit yang angkat tangan, Line? Tidak ada juga, Oh ternyata banyak yang pakai Blackberry Messenger”. Ucap Shafiq Pontoh.

Penyataan itu masih hangat dalam ingatan anak Kota Ambon, Maluku. Bahkan Netizen di Ambon, Maluku ramai mengecam pernyataan Shafiq pontoh Tersebut. 

Bahkan, Wali Kota Ambon dan Ketua DPRD Provinsi Maluku juga turut mengecam pernyataan Shafiq Pontoh. (https://www.radiodms.com/walikota-ambon-dan-ketua-dprd-maluku-kecam-pernyataan-shafiq-pontoh/

Ketua Ketua Badan Imarah Muslim Maluku (BIMM), Arsal Risal Tuasikal turut mengecam pernyataan Shafiq Pontoh tersebut. (https://fajar.co.id/2018/08/22/shafiq-pontoh-lecehkan-pemuda-ambon-warga-maluku-janji-akan-beri-pelajaran/

Selain itu, Advokat dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) dan Hak Asasi Manusia (HAM) Maluku, Barbalina Matulessy SH., M.Hum mengambil jalur hukum, melaporkan Shafiq Pontoh atas penyataanya tersebut ke Bareskrim Polri. (https://berita.lelemuku.com/2018/08/sebar-hoax-warga-maluku-gaptek.html

Kasus masih melekat pada ingatan kita semua, tiba-tiba ia malah ditunjuk menjadi duta Medsos Kota Ambon. Padahal Duta sendiri adalah orang yang mengkampanyekan suatu hal. Apakah wajar bila duta medsos kita adalah orang yang dengan seenaknya menghina kita sebagai "Anak Muda Gaptek"? "Etiskah orang yang membuat kesalahan mendapat penghargaan?"

Jika tujuan keputusannya Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menetapkan Shafiq Pontoh sebagai Duta media sosial kota Ambon yang tugasnya menggerakan, mendorong dan mempromosikan Kota Ambon di bidang pemanfaatan teknologi Informasi, menyebarkan tata cara bermedsos agar santun dan cerdas kepada semua pihak, mengoptimalkan pembangunan teknologi informasi guna percepatan pembangunan di Kota Ambon. Maka keputusan ini saya rasa sangat tidak bijak, mengingat seorang duta harus memahami dengan benar apa yang akan ia kampanyekan terlebih dahulu. 

Dan Saya kira masih banyak orang Ambon, Maluku yang lebih santun, cerdas, lebih berkompeten dan dianggap lebih pantas untuk menjadi Duta Medsos.

Lagipula, bila hal ini terus dibiarkan akan timbul paradigma di masyarakat bahwa "Berbuat salah saja, nanti langsung dimaafkan dan diangkat menjadi duta" atau "Untuk apa kami sekolah tinggi-tinggi, bila dengan kekonyolan dan kebodohan bisa mendapatkan penghargaan yang tinggi?"

Diluar sana ada ribuan penduduk Kota Ambon dan saya yakin banyak diantara mereka yang lebih berhak menyandang gelar Duta Medsos.

Sebagai rakyat yang geram akan ketidakwajaran ini. Saya menolak pengangkatan Shafiq Pontoh menjadi Duta Medsos. Saya tidak rela orang yang menghina kita dipilih menjadi Duta Media Sosial.



Hari ini: Arifudin mengandalkanmu

Arifudin - membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Netizen: Tolak Shafiq Pontoh Jadi Duta Medsos Kota Ambon". Bergabunglah dengan Arifudin dan 345 pendukung lainnya hari ini.