Tolak Pembayaran UAS Masa Pandemi Covid-19

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Hidup Mahasiswa!

Seiring dengan penyebaran Virus Covid-19 yang semakin hari kian meresahkan. Dampak yang dirasakan pun multidimensi mulai dari permasalahan sosial hingga dirasakan oleh sektor pendidikan. Melihat kondisi ini, mahasiswa sebagai bagian dari civitas akademika tentu ikut bertanggungjawab dan ambil bagian akan segala permasalahan ini, mahasiswa sebagai objek kebijakan turut merasakan dampak dari segala permasalahan tersebut.

Berkaitan dengan kebijakan sistem pendidikan dan pengajaran kuliah daring/online  memiliki dampak tersendiri terhadap kehidupan kampus. Penghematan biaya operasional yang dikeluarkan kampus selama pembelajaran dari rumah diharapkan dapat dialokasikan pada bentuk bantuan kepada mahasiswa baik berupa subsidi atau kebijakan lain yang berorientasi untuk memperingan dan memperlancar kegiatan belajar mengajar bagi mahasiswa. Hal ini sejalan dengan Surat Edaran dari Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor: 36962/MPK.A/HK/2020 tertanggal 17 Maret 2020 tentang Pembelajaran Secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam rangka Pencegahan Penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19) dan Surat Edaran Dirjen Dikti: Nomor 302/E.E2/KR/2020 Mengenai Perpanjangan Masa Belajar Mahasiswa, yang menghimbau hal tersebut. 

Pada menjelang akhir semester genap ini pun, mahasiswa melaksanakan Ujian Akhir Semester yang dilakukan secara daring yang dikeluarkan dengan kebijakan-kebijakan Surat Edaran Universitas Muhammadiyah Lampung nomor: 192/EDR/II.3-AU/F/2020 tentang pelaksanaan UAS. Namun ada yang terlupakan dari SE ini, bagaimana dengan kami mahasiswa yang masih harus melakukan pembayaran UAS? Sedangkan UAS dilaksanakan secara daring tanpa menggunakan fasilitas penunjang untuk membuat kertas jawaban, print soal, kertas soal, alat tulis kantor, membayar pengawas. Apakah kami tetap harus membayarnya?

Dilema terbesar yang kami hadapi, dengan besarnya biaya kuliah, penundaan penyelesaian ujian semester akhir bukanlah solusi yang tepat. Apalagi ditengah kondisi ekonomi yang tidak stabil akibat mewabahnya COVID-19. Kami tentunya tidak ingin menjadi beban lagi bagi orangtua dengan membayar biaya kuliah untuk menyelesaikan perkuliahan kami.

Untuk itu, saya dan teman-teman mahasiswa punya 2 permintaaan kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung. Pertama untuk dapat membebaskan kami dari biaya UAS.
Kedua, untuk menerbitkan kebijakan keringanan pembayaran UKT.

Salam Lentera Mahasiswa!