STOP KEKERASAN TERHADAP GURU

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Kekerasan Tehadap Guru kembali dipertontonkan di Kabupaten Sabu Raijua dimana seorang oknum kepala sekolah negeri berinisial MKD di SMP NEGERI 5 SABU RAIJUA memukul seorang guru SBK yang notabene seorang wanita didepan para siswa yang secara otomatis tidak mencerminkan seorang pendidik didepan siswa serta meninggalkan luka bagi korban dan sampai saat ini pelaku tidak menyesali perbuatannya. Berikut kronologis sesuai penelusuran.

#PecatPelaku

(Pernyataan Korban)
1. Hasil wawancara saya dengan korban, bahwa semua info yang sebelumnya viral di media sosial benar.
2. Korban sangat terpukul atas kejadian itu krn selain di tampar di depan siswa, dia  juga menerima bahasa2 kasar dari pelaku.
3. Korban sangat sakit hati dan malu atas kejadian itu krn wibawanya sebagai seorang guru terhina didepan siswa.
4. Korban sudah mendapatkan perlakuan kekerasan dari pelaku sebanyak 2 kali, yang pertama berupa kekerasan dan yang kedua ini kekerasan fisik.
5. Korban bisa kuat krn dapat dukungan moril dari teman2 seprofesi, dan juga masyarakat luas serta netizen sehingga dia menyampaikan rasa terimakasihnya.
6. Korban akan berpikir untuk menempuh jalur hukum ketika tidak ada penyelesaian kasus tersebut secara baik oleh pihak dinas sebagai lembaga dia bernaung.
(Pernyataan pelaku)
1. Di depan para siswa dan pihak dinas ppo sabu raijua saat ingin membacakan pernyataan tertulis, pelaku katakan bahwa dia sama sekali tidak pernah punya niat untuk berbuat kekerasan terhadap korban, bahkan menurutnya dia (pelaku) punya hubungan yang sangat baik dengan korban (seperti kakak adik) katanya.
2. Pelaku membenarkan dia menampar pipi korban tapi bukan tamparan kekerasan, tapi hanya ingin menampar nyamuk yang hinggap di pipi korban.
3. Pelaku membaca dan menandatangai surat pernyataan itu secara terpaksa krn diminta demikian oleh yang membuat surat penyataan tersebut.
4. Pelaku merasa kaget ketika viral di jagat maya Sabu Raijua namun berterimakasih juga kepada netizen krn sudah memviralkan.
5. Pelaku tidak mempunyai rasa penyesalan atas tindakannya tersebut krn merasa bahwa yang ia lakukan benar adanya (hanya ingin menampar nyamuk) bahkan menilai netizen terlalu berlebihan dalam menjustifikasi dirinya tanpa mengetahui kondisi real seperti apa.
(Pihak Dinas PPO)
1. Menurut sekertaris dinas ppo sabu raijua Okto Rohi Riwu, pihaknya untuk saat ini fokus untuk memulihkan kondisi psikis korban pasca kejadian itu sementara terkait langkah lanjutan, pihaknya (saat diwawancarai sedang melakukan pulbaket di TKP) mengatakan dari hasil tersebut akan diserahkan ke pimpinan.
2. Terkait sanksi terhadap pelaku, akan diputuskan pimpinan namun dia tegaskan tidak akan main2 terhadap kasus itu, dan bahkan sanksi terberat terhadap pelaku bisa dilakukan pemecatan sesuai aturan ASN atau minimal diturunkan pangkat/golongan namun belum bisa dipastikan sanksi apa yang akan dikenakan.
3. Dinas ppo kemungkinan akan mendorong ke ranah hukum untuk penyelesaian kasus itu mengingat korban seorang guru dan seorang wanita yang wajib dilindungi.
4. Mengecam keras tindakan pelaku yang telah mempertontonkan hal yang tidak baik terhadap siswa padahal seharusnya guru menjadi panutan.
5. Terkait penyataan pelaku bahwa tidak menyesali perbuatannya dan hanya menampar nyamuk, sekertaris dinas terlihat marah besar sehingga dengan wajah memerah dia katakan "kita semua sudah dengar pengakuan kepsek bahwa hanya pukul nyamuk, disitu kita lihat begitu besar kepeduliannya dan tentunya semua yang menyaksikan punya telinga yang bisa mendengar mana pukulan nyamuk dan mana yang bukan, bahkan hingga viral di jagat maya"
Silahkan netizen menilai dari tulisan ini dan berikan komentar anda.

Demikian sedikit informasi terkait kasus tersebut, untuk info lengkap bisa netizen tonton ntt dalam berita yang tayang mulai pukul 17 - 18 Wita di TVRI NTT.
Salam.
#SaveGuru

#PecatPelaku