Perbaiki Sistem Belajar dari Rumah dan Menjaga Ketahanan Keluarga di Masa Pandemi Covid-19

Perbaiki Sistem Belajar dari Rumah dan Menjaga Ketahanan Keluarga di Masa Pandemi Covid-19

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.
Dengan 100 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin ditampilkan di halaman rekomendasi!
Abdul Harits Atsir memulai petisi ini kepada Nadiem Makarim dan

Berdasarkan prinsip pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) sesuai dengan SE Mendikbud No. 4 Tahun 2020, pemerintah menganjurkan agar kegiatan BDR dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum. Selain itu, pemerintah mengharapkan agar BDR dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup, salah satunya mengenai pandemi Covid-19 dengan materi pembelajaran bersifat inklusif sesuai dengan usia dan jenjang pendidikan, konteks budaya, karakter dan jenis kekhususan peserta didik (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2020).

Tentunya, dengan dikeluarkannya kebijakan tersebut oleh pemerintah, banyak mendatangkan pro kontra di kalangan anak anak, terutama pada kalangan siswa sekolah dasar hingga siswa sekolah menengah atas. Berbagai keluhan berupa sistem pembelajaran yang masih belum efektif di setiap sekolah dan tidak sedikit pula siswa yang mengeluh ketika sekolah online ini hanya seakan akan sekedar diberi tugas saja. Mereka merasa saat menjalani belajar dari rumah ini hanya sekedar diberi tugas oleh guru dan terkadang ada guru yang tidak memberikan materi pembelajarannya. Hal ini pun menjadi suatu kendala yang besar yang kini tengah dialami oleh beberapa sekolah yang dari segi sarana dan prasarasana ataupun kempuan guru yang belum cukup mumpuni untuk mengadakan sekolah online seperti ini. Selain itu pula dalam pelaksanaan belajar dari rumah ini sangat tidak efektif untuk diterapkan di daerah pedalaman Indonesia, karena masih banyak siswa diluaran sana yang masih belum mempunyai faslitas penunjang dalam hal ini berupa gawai atau komputer jinjing untuk melakukan belajar dari rumah, tentunya hal yang seperti inilah yang menghambat proses belajar dari rumah bagi siswa.

Selain itu, berkaitan dengan ditutupnya sekolah yang memicu timbulnya kebijakan belajar dari rumah yang harus dilakukan anak-anak, sehingga membuat mereka mengakses internet/gawai lebih lama. Akses ke dunia online akan meningkat dan berpeluang menimbulkan risiko masalah pada anak/siswa, baik dari sisi kesehatan maupun sosial. Anak juga rentan terpapar konten pornografi dan terancam menjadi korban eksploitasi. Maka dari itu, pada saat seperti ini diperlukannya ketahanan keluarga untuk memberikan perlindungan dan pengasuhan kepada anak agar terlindungi dari eksploitasi dan menjaga kesehatan anak.

Disini kami mengajak teman-teman untuk menandatangi petisi ini agar sistem untuk pembelajaran dari rumah dapat segera dibenahi dan diupayakan dengan optimal oleh pemerintah demi melindungi kesejahteraan anak-anak Indonesia di dunia pendidikan. Anak Terlondungi Indonesia Maju! #AnakIndonesiaGembiradiRumah 

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.
Dengan 100 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin ditampilkan di halaman rekomendasi!