Pemotongan 50% Biaya "UKT" di Perguruan Tinggi Se-Indonesia Untuk Semester Mendatang.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


"Pemotongan 50% Biaya Kuliah (Uang Kuliah Tunggal)"

Sebagaimana Surat Edaran Kemendibud No. 3 tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan, berimplikasi pada diberhentikannya kegiatan belajar-mengajar di lembaga pendidikan, selanjutnya seluruh Rektor Perguruan tinggi secara bertahap membuat kebijakan pengalihan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) #dirumahaja.

hal ini menjadi masalah bagi para mahasiswa, karena pada bulan maret hampir rata-rata Perguruan Tinggi baru saja memulai perkulihan semester genap. seluruh agenda praktikum jelas dibatalkan, pembelajaran menjadi tidak efektif karena pemberlakuan kuliah online, dan karena itu pula mahasiswa dituntut menambah pengeluaran untuk membeli layanan provider internet secara mandiri.

Otomatis hak guna layanan (UKT) yang kita bayarkan setiap semester, hangus begitu saja dan tanpa feedback yang jelas, Perguruan Tinggi tidak memfasilitasi penyediaan paket layanan belajar jarak jauh bagi mahasiswanya, Hal ini tidak berbanding adil dengan kebijakan kampus yang selalu memaksa mahasiswa membayar UKT tepat waktu dengan ancaman D.O maupun dipaksa cuti.

Tepat awal Bulan Juni nanti kita akan masuk semester ganjil awal ajaran baru. Dibeberapa kampus, ederan-edaran pembayaran kuliah sudah mulai bertebaran, banyak mahasiswa kebingungan karena penghasilan orangtua terganggu akibat pandemi, ditambah pembayaran semester sebelumnya hanya berlalu begitu saja.

"Mari.....! bagi seluruh mahasiswa se-Indonesia kita dukung 50% Pemotongan UKT semester mendatang dengan mendorong Mendikbud mengeluarkan Surat Edaran kepada semua Rektor Perguruang Tinggi"