Fasilitasi Kebutuhan Pendidikan Informal dalam Program Merdeka Belajar?

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


“Sebab orang tua adalah guru yang pertama dan utama. Demikian yang disampaikan oleh Bapak Pendidikan kita Ki Hadjar Dewantara.”


Sistem pendidikan di Indonesia mengakui adanya 3 jalur pendidikan yaitu jalur pendidikan formal, non formal dan informal. Hal ini telah dinyatakan dalam UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Bab 1, Pasal 10.

Segala sesuatu yang terkait dengan jalur pendidikan formal diatur secara detil pada Bab 6 pasal 14 dan pasal 17 sampai dengan pasal 25. 

Terkait jalur pendidikan non formal diatur pada Pasal 26 ayat 1 sampai 7. 

Sementara terkait jalur informal diatur dengan pasal 27 ayat 1 sampai 3. Pada pasal 3 disebutkan bahwa (3) Ketentuan mengenai pengakuan hasil pendidikan informal sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. 

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 129 Tahun 2014 tentang Sekolah Rumah. Pemerintah membagi Sekolah Rumah (SR) menjadi SR Tunggal, SR Majemuk, dan SR Komunitas, dimana kategori tersebut tidak jelas dasar literatur akademisnya, sehingga akhirnya menumpangtindihkan konsep pendidikan berbasis keluarga dengan konsep pendidikan berbasis lembaga.

Berakibat, lembaga-lembaga berlabel Homeschooling akhirnya dianggap Homeschooling yang sebenarnya. Padahal, dalam sejarah kemunculannya, Homeschooling berarti pendidikan berbasis keluarga, bukan pendidikan berbasis lembaga.

Padahal mengacu pada Bab 1 Pasal 1 Ayat 13 : “Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan.” (UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003)

Selain itu berdasarkan (Permendikbud) RI Nomor 129 Tahun 2014 Pasal 7, sekolahrumah diwajibkan menerapkan Kurikulum Nasional, yang berarti hanya memindahkan Sekolah ke Rumah.

Bagaimana dengan HAK untuk memperoleh pendidikan yang layak bagi setiap Warga Negara Indonesia? Banyak di antara praktisi Pendidikan Informal yang sebetulnya lebih membutuhkan sertifikat kompetensi daripada selembar ijazah.

Pengakuan akan kompetensi yang dimiliki dalam sebuah sertifikat, jauh lebih bermakna daripada selembar ijazah. Hal ini sering dinyatakan oleh keluarga-keluarga yang memilih jalur pendidikan informal. Tetapi ada kalanya anak-anak yang menjalani pendidikan informal ini dengan berjalannya waktu, kemudian mereka ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan formal. 

Dalam hal ini, perlu diupayakan semacam tes penempatan untuk mengukur kemampuan akademik mereka apakah sudah dapat dinyatakan setara dengan lulusan SD, lulusan SMP, atau lulusan SMA.

Terkait uji kemampuan akademik ini, lakukan saja seperti tes TOEFL atau IELTS, yang tidak mengharuskan seseorang harus sudah menyelesaikan jentang pendidikan tertentu, tetapi yang terpenting adalah anak mampu menyelesaikan soal-soal yang diberikan.

Seandainya sistem pendidikan kita dapat memfasilitasi setiap jalur pendidikan sesuai dengan kebutuhan masing- masing individu secara inklusi. Saya yakin, dalam beberapa tahun mendatang, pendidikan Indonesia yang lebih baik dengan program Merdeka Belajar, akan mampu meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa, sesuai dengan potensi dan karakter masing- masing individu untuk Indonesia yang lebih maju.

Berikan kesempatan pada orang tua agar dapat dengan tenang memilih jalur pendidikan yang sesuai hati mereka dan untuk terlibat secara aktif dalam mendidik putra putri mereka.

Melalui Petisi ini Kami mendesak, Pemerintah (terutama KEMDIKBUD) untuk:

1.    Mengembalikan istilah Sekolah Rumah pada definisi yang sebenarnya. Sekolah Rumah adalah pendidikan berbasis keluarga.

2.    Mempermudah / memfasilitasi penyebarangan antar Jalur Pendidikan (Formal, Nonformal dan Informal), melalui semacam tes penempatan untuk mengukur kemampuan akademik.

3.    Mempermudah / memfasilitasi pengurusan NIS untuk para Homeschooler’s agar lebih mudah dalam pendaftaran untuk melaksanakan Ujian Persamaan.

4.    Memfasilitasi setiap jalur pendidikan sesuai dengan kebutuhan masing- masing individu secara inklusi.

Kami butuh dukungan kamu untuk Pendidikan Indonesia yang lebih Merdeka dan Lebih baik!!!

#savependidikaninformal #savesekolahrumah #savehomeschooling #savesekolahrumahtunggal