Tunda tahun ajaran baru 2020/2021!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Mengkaji Pembelajaran Daring 

Selama 3 bulan terakhir, untuk memutus rantai penularan Covid-19 semua kegiatan terpaksa harus dilakukan secara jarak jauh (dari rumah) dan hal ini berdampak juga dalam bidang pendidikan. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam mengurangi dampak Covid-19, mulai dari Social Distancing, Physical Distancing, dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di tiap daerah di Indonesia yang telah diberlakukan sejak April lalu.

Menimbang kondisi perekonomian Indonesia dan juga vaksin dari Covid-19 yang sampai saat ini masih dalam proses penelitian, maka pemerintah membuat kebijakan new normal atau hidup dengan tatanan baru yang memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

New normal mendapat berbagai respon dari masyarakat termasuk respon mengenai dibukanya sekolah dan mulainya tahun ajaran baru pada 13 Juli 2020 dengan protokol kesehatan, tetapi banyak pihak yang tidak setuju perihal dibukanya sekolah tanggal 13 Juli karena melihat kondisi dari negara lain yang kasus positifnya kembali meningkat setelah pembukaan kembali tempat-tempat umum termasuk sekolah, seperti yang terjadi di Korea Selatan, Finlandia dan Perancis.

Pada akhirnya pemerintah menimbang kembali keputusan ini dengan membuat skenario belajar di rumah hingga akhir tahun 2020 , tetapi tahun ajaran baru tetap dimulai pada 13 Juli. Banyak pihak, termasuk kami, para siswa sangat setuju jika sekolah normal dimulai Januari 2021 melihat resiko tertular Covid-19 ini sangat tinggi. Namun kami tidak setuju jika tahun ajaran baru tetap dimulai pd tanggal 13 Juli secara daring karena hal sbb:

- Tidak semua siswa memiliki suasana rumah yg kondusif untuk melakukan proses belajar
- Terdapat sebagian siswa yang memiliki koneksi internet buruk dan perangkat (gadget) yang tidak memadai untuk mengakses materi pembelajaran
- Daya tangkap belajar setiap siswa yang berbeda, mayoritas siswa dapat menangkap pembelajaran jika berinteraksi dengan tutor/pengajar secara langsung
- Tidak semua orang tua bisa mendampingi proses pembelajaran setiap murid di rumah, sebagian mungkin sudah lupa tentang materinya , ada juga yang orang tuanya sudah harus bekerja seperti biasa
- Untuk siswa baru kelas 7 dan 10, akan sangat sulit melakukan adaptasi di jenjang barunya yaitu SMP dan SMA karena proses belajar tatap muka punya pengaruh besar dalam proses adaptasi baik dalam pembelajaran maupun adaptasi sosial di jenjang baru
- Pada saat belajar, sebagian besar siswa membutuhkan diskusi secara langsung dengan siswa lain
- Suasana di rumah bukan seperti suasana di sekolah yg memang dikondisikan untuk belajar
- Dalam pembelajaran, siswa kesulitan untuk memahami materi saat konsultasi dengan guru secara online

Besar harapan kami agar pemerintah menunda tahun ajaran baru sampai kondisi lebih memungkinkan untuk memulai proses pembelajaran secara tatap muka di sekolah, karena pembelajaran akan jauh lebih efektif bagi siswa dan guru jika dilakukan secara langsung.

Bantu tandatangani dan sebarkan petisi ini, agar petisi ini dapat secepat mungkin tersampaikan kepada pemerintah.