Copot Ketua MUI DKI Jakarta

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Berangkat dari peristiwa acara munajat 212 yang dilaksanakan di Monas pada kamis 21 februari 2019 telah meresahkan banyak pihak. Acara bertajuk doa bersama tersebut terindikasi menjadi ajang kampanye salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Terlebih lagi, banyak ulama dan tokoh, ustadz dan masyarakat menyayangkan bahwa penyelenggara acara tersebut diselenggarakan oleh ketua MUI DKI Jakarta. Banyak penilaian dari public acara munajat 212 tersinyalir menjadi acara kampanye politik, menunjukan bahwa Munahar Mukhtar sebagai ketua MUI DKI Jakarta telah menarik Lembaga MUI sebagai alat politik.

Kenyataan ini sudah menunjukkan Munahar Mukhtar telah melakukan pelanggaran atas AD/ART dan tujuan utama MUI sebagai wadah dari ulama dan para cendikiawan muslim yang membimbing dan mengayomi umat Islam secara independent. Bahkan telah memunculkan kekhawatiran, sikap ketidakpercayaan terhadap lembaga MUI dan kehormatan pada ulama di dalamnya.

Kami menilai, menjadikan agama sebagai alat politik adalah sikap merendahkan nilai agama. Karena menempatkan agama di bawah politik dan dukungan kepada salah satu pasangan calon dalam pilpres. Oleh karena itu, demi menjaga kehormatan dan marwah MUI, serta kepercayaan umat terhadap MUI, kami MENDESAK DENGAN KERAS agar DEWAN PENGURUS PUSAT MUI segera MENCOPOT MUNAHAR MUKHTAR dari JABATAN SEBAGAI KETUA MUI DKI JAKARTA.

Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan seksama dan bertujuan menjaga kehormatan Lembaga MUI serta menyampaikan amanat umat. Atas kejadian ini, pun kami menghimbau masyarakat bersatu dan bersama menjaga nilai-nilai agama dan meawaspadai kegiatan politik yang berkedok ibadah.

M. Irfan Hidayat