Revisi UU Mengenai Pelaku Kriminal di Bawah Umur

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Kejahatan Biadab yang Dilakukan Anak Anak (Yang Katanya) Di Bawah Umur:

- Sebut saja misalnya pada kasus pemerkosaan dan pembunuhan di Tangerang, yang dilakukan dengan biadab oleh tersangka RA yang saat itu berusia 16 tahunKetiga pelaku memasukkan tongkat cangkul ke dalam vagina hingga tembus ke paru paru.

- Begitu pula dengan kasus pembunuhan terhadap sopir online yang dilakukan oleh 2 orang tersangka di Semarang.

- Dentra, seorang siswa SMP Negeri 9 Pangkalpinang. Ditangkap karena terlibat kasus pembunuhan terhadap Hendi Pratama, seorang tenaga honorer Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pangkalpinang.

- MAD, umurnya baru 15 tahun, tapi siapa sangka dia adalah otak pelaku kejahatan di Denpasar Bali.Sebagai "panglima" MAD yang dikenal sebagai ketua gang motor ini kerap melakukan tindak kriminal di seputar Denpasar.Selain tukang rampas dan begal, ia juga tak segan segan menusuk hingga membunuh korban.

- Hanya karena gol bunuh diri seorang anak SD Pakunden 1 kota Kediri dikeroyok dan dianiaya hingga lumpuh dan harus masuk ICU.

Dari sekian banyak kasus kejahatan "biadab" yang dilakukan oleh anak anak di bawah umur. Apakah ini adil bagi korban jika pelakunya dihukum sangat ringan apalagi hingga dibebaskan?

Apakah tidak terpikirkan bagaimana hancurnya perasaan keluarga korban? Kehilangan nyawa, kehilangan keluarga, bahkan kehilangan segalanya.......

Tidak kah negara ini mulai berpikir keras bagaimana caranya menghukum para pelaku di bawah umur yang senantiasa dibela. Dibela atas nama HAM dan perlindungan anak?

Umur 12 hingga 17 tahun tapi sanggup membuli, membunuh, memperkosa, merampok dan membegal. Setelah itu dilindungi UU karena dianggap masih di bawah umur. Lalu apa bedanya umur 17 dengan 19 yang cuma terpaut 2 tahun?


Saya sangat khawatir.jangan-jangan anak di bawah umur akan mulai memanfaatkan kondisi ini untuk seenaknya berbuat kejahatan.Karena mereka anggap hukumannya sangat ringan bahkan bisa dibebaskan.Dan buat saya yang pantas disebut anak di bawah umur itu hanya usia 10 tahun. Maksimal SD kelas 6.Harusnya hukum terkait ini di revisi.Harus ada penyesuaian dengan kondisi zaman, tidak relevan lagi mereka ini di sebut anak2 melihat perbuatannya.

Oleh : napelogini @kaskus

 



Hari ini: Rabbani mengandalkanmu

Rabbani Rodhi membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "MPR: Revisi UU Mengenai Pelaku Kriminal di Bawah Umur". Bergabunglah dengan Rabbani dan 20 pendukung lainnya hari ini.