Cabut peraturan mendikbud no 14 tahun 2018 tentang kebijakan zonasi

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


 

Surat terbuka untuk Ridwan Kamil
ADA APA dengan sistem zonasi pada PBB

saya harap tulisan saya dapat mnjadi bahan masukan untuk para pemangku jabatan yang berwenang dalam PPDB SMP 2018. Sungguh pak sistem ini menyakitkan mengecewekan, menyebalkan, memuakan, dan membuat darah mendidih. Betapa tidak anak anak kami tidak bisa bersekolah bukan karena anak kami malas belajar, bukan karena anak kami bodoh, bukan karena anak kami tidak memiliki preatasi di bidang tertentu.... Tapi karena kebijakan yang bapak buat
Kami tidak ikhlas atas semua ini pak!!! Tidak sedetikpun.
Hanya karena letak rumah kami? Hanya karena KK kami? Ya Allah pak...dimana keadilan. Kondisi ini jelas membuatvkami kalah bersaing! Kami siap tdk diterima di sekolah manapun ketika kami sdh berjuang mempersiakan persaingan... Ketika anak anak kami semangat mencapai cita citanya! Tapibkami harus kalah karena posisi rumah pak? Pikirkan itu pak?
Kami siap anak kami tidak diterima domanapun ketika anak anak kami dlm segi prestasi sdh dinyatakan kalah... Punya prestasi juga bukan hal gampang pak! Anak ank harus latihan sebelum kompetisi tingkat apapun! Anak anak harus berlatih sekuat tenaga untuk sebuah medali sebuah preatasi! Kaminharus bagaimana pak? Berjuang membeli rumah dekat sekolah?? Tidak pak kami tidak bisa seperti itu? Kami hadus numpang KK di rumah orang lain? Tidak pak kami tidak senaif itu.... Kami tidak akan pergi dari sini sebalum ada solusi dari semua masalah ini.... Ini
kesalahan atas kebijakanyang bapak buat... Bapak harus tanggung jawab...

 

 

Tulisan bagus untuk kita renungkan


MASUK SEKOLAH

(By Fitra Wilis Masril, boleh direshare, tolong jangan di copas yaa)

Rame di beranda. Tangis ibu ibu yg gagal mengantar ananda kesayangan ke sekolah negri impian.

Kalo gagal karena NEM yg kecil, atau ken persyaratan yg tak bisa dipenuhi, okelah.

Tapi gagal karena disikut orang lain yg memakai cara cara tak halal?

ada yg tetiba ngaku ngaku miskin, dgn bekal surat keterangan nggak mampu, dia jd prioritas untuk diterima. Ada yg rumahnya jauh, tiba tiba menjadi deket dgn sekolah, pun menjadi prioritas yg diterima.

Menyulap berkas, memalsukan data.

Sepertinya hal hal kaya gini selalu marak di awal tahun ajaran. Baca saja nanti komen2 yg ada. Begitu banyak yg punya oengalaman serupa

Aduhai dunia...sebenarnya apa yg kita cari? Kita sedang mendidik anak kan? Mengapa kita menjadi sedemikian brutal, beringas, menghalalkan yg haram, demi 3 tahun bersekolah di tempat impian?

Bagaimana ilmu akan berkah, jika cara yg ditempuh salah?

Nggak ada jaminan sedikitpun, bahwa di sekolah tertentu anak akan gemilang masa depannya.

Kita yg jelata ini mungkin nggak mampu meluruskan seluruh isi dunia. Tetapi kita bisa menata hati kita dan meluruskan niat baik kita akan hakekat memasukkan anak ke jenjang pendidikan.

"Ilmu yg bermanfaat, untuk dunia dan akhirat" ini tujuan kita

Maka teruslah berpegang kokoh pada prinsip "HANYA CARA CARA BAIK YANG AKAN MEMBAWA HASIL YANG BAIK"

Kita sedang mempersiapkan pemimpin masa depan. Kita tak sedang membentuk seorang pencuri, lantas mengapa memakai cara cara tak halal yg bahkan sampai mencuri hak orang lain yg harusnya lebih berhak di terima?

Kalo banyak orang melakukan hal buruk seperti itu, udah jadi rahasia umum setiap awal tahun ajaran hal hal kaya gini ramai diperbincangkan. Maka, teguhlah pada tali kebaikan. Jangan ikut ikutan menyogok. Jangan ikut ikutan membuat data data palsu.

Tak ada kejujuran yg sia sia.

Pun tak ada kebohongan yg selesai begitu saja,

Semua ada dampaknya. Memulai hal baik dgn cara yg buruk, sama saja dgn menyuapi anak dgn makanan tak halal. Nggak ada keberkahan dalam ketidakhalalan.

Dan meski akhirnya terdampar di swasta, tapi jika itu dilakukan dgn tujuan baik, demi ilmu bermanfaat dunia akhirat, insyaallah semua akan Allah mudahkan, rejeki Allah seluas semesta. Dia pemilik langit bumi beserta seluruh isinya. Gampang bagiNya memudahkan urusan kita, yakin saja, cara cara baik akan selalu membawa hasil yg baik.

Selamat memasukkan ananda ke jenjang pendidikan yg baru.

Selamat mempertahankan keteguhan hati untuk selalu menempatkan kejujuran di singgasana kehormatan diri.

cara baik untuk hasil yg baik.

Tak ada kejujuran yg sia sia. Selamat memiliki hati yg bahagia.

Mereka yg tak jujur, yg memalsukan berkas dan data data, sekarang hati mereka pasti diselimuti rasa bersalah, karena nurani tak bisa bohong. Dan itu adalah siksaan.

Sekali lagi, hanya CARA CARA BAIK YG MEMBAWA HASIL YG BAIK.

jangan curang, karena tak ada kejahatan yg tak berdampak di masa depan. Tak ada keberkahan dalam cara cara yg tak halal.



Hari ini: Ira mengandalkanmu

Ira Sya'ban membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Mentri pendidikan dan kebudayaan : Cabut peraturan mendikbud no 14 tahun 2018 tentang kebijakan zonasi". Bergabunglah dengan Ira dan 921 pendukung lainnya hari ini.