Nasib CTKI/CPMI dan para pekerja bidang migran dalam situasi covid-19

Nasib CTKI/CPMI dan para pekerja bidang migran dalam situasi covid-19

0 telah menandatangani. Mari kita ke 2.500.


Yang terhormat Bapak Presiden Indonesia. Ir. H. Joko Widodo

Kita tahu dunia hari ini mengalami kerepotan dikarenakan adanya Pandemic Virus Covid-19dan konsekuensi dari adanya pandemic ini tentunya sangat berdampak langsung ke masyarakat baik di lini ekonomi, kesehatan, maupun pendidikan.

Pada kuartal ke II ini kondisi perekonomian yang disebabkan oleh covid-19 sangat dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Terutama kami yang mewakili para pekerja di bidang migran dan para pahlawan devisa negara atau dikenal dengan TKI/PMI.

Penghentian sementara penempatan pekerja migran keluar negeri  yang resmi dilakukan oleh kementerian tenga kerja yang dilakukan sejak maret kemarin telah memukul perekonomian para pekerja yang bekerja dibidang migran.

Keputusan ini, tertuang dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 151 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Penempatan Pekerja Migran Indonesia.

Adapun keputusan tersebut ditandatangani oleh Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah, pada tanggal 18 Maret 2020, dan berlaku mulai tanggal 20 Maret 2020.

Namun “Life must be go on” ada banyak perut keluarga yang harus dihidupi, ada kebutuhan yang harus dipenuhi. Seperti pidato Bapak presiden kita Joko Widodo pada kamis 7/5 2020 di istana merdeka bukan berarti kita harus menyerah dengan adanya virus ini. Tapi seharusnya kita mampu berdamai dan menyelamatkan bukan ratusan atau ribuan namun ratusan ribu orang yang terdampak dikarenakan penutupan sementara penempatan pekerja keluar negeri.

Kami menandatangani petisi ini meminta agar pemerintah dapat peduli terhadap nasib kami. Karena tidak mungkin kami bisa bertahan menunggu sampai pandemic ini berakhir. Kami meminta adanya protokol yang dapat dijalankan agar lini dibidang kesehatan dan ekonomi dapat berjalan. Bukan berarti kami tidak peduli dengan lini kesehatan namun apabila dalam hal perekonomian  ini tidak bisa berjalan kami takut hal ini dapat berdampak ke kesehatan masyarakat yang berdampak.

Kami mohon agar pemerintah dapat memperhatikan nasib kami. Pasti ada kesempatan bangkitnya ekonomi dibalik adanya pandemic ini. Kami tidak ingin dengan adanya keterlambatan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dapat menyebabkan tambah parahnya keadaan perekonomian dan kesehatan yang dialami masyarakat, disini kami bukan hanya resah akan nasib kami namun juga nasib keluarga yang terdampak dari adanya kebijakan ini. Pasti ada banyak masalah yang akan terjadi baik itu masalah karena tidak bisanya kita mencukupi makan keluarga, bayar anak sekolah, membayar kewajiban pajak kami, kesehatan dan kebutuhan primer hidup manusia.

 

Terima kasih,