Meminta Bupati Banyumas Cabut Larangan Ojek Online

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Banyumas dimudahkan dengan moda transportasi yang sangat membantu kami berkegiatan yang berupa ojek online pada 5 Juli 2017. Kami, warga Banyumas merasa sangat terbantu dengan adanya sarana tersebut, sangat mudah dan harganya kami rasa sangat terjangkau.

Hal ini tidak berlangsung lama karena Bupati mengeluarkan Surat Edaran pelarangan Ojek Online dengan alasan bisa menimbulkan masalah sosial dan keamanan dengan didasarkan pada UU No 23 Tahun 2014. 

Kami Warga Banyumas merasa aneh dengan diterbitkannya edaran tersebut, karena dengan adanya sarana transportasi online tersebut juga membuka lapangan kerja buat beberapa warga masyarakat. Kenapa tiba-tiba Pak Bupati mencabut angkutan online yang sudah ada dengan alasan akan membuat transportasi online serupa? 

Ada dobel standar disini, satu merk dagang disuruh tutup dengan alasan keamanan bahkan mendasarkan UU sebagai payung hukum pelarangan, tapi akan membuka transportasi serupa. Aroma bisnis lebih kental daripada sekedar menolak dengan faktor kemananan.

Kami tidak keberatan dengan sarana apapun, tapi jangan menutup yang sudah ada dimana kami sangat berharap banyak untuk kemajuan kota Purwokerto dan Kabupaten Banyumas pada umumnya. Oleh sebab itu kami memprotes dan mengimbau Bapak Bupati mencabut larangan tersebut dan bersaing secara sehat, persilahkan semua angkutan Online meramaikan Banyumas kita.

Baca:  https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3556765/dilarang-bupati-ojek-online-di-banyumas-akan-ditertibkan?_ga=2.54046632.1201089781.1499574320-89582984.1480315207

 

 

 



Hari ini: Soleh mengandalkanmu

Soleh Iskandar membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "menteri perhubungan: Meminta Bupati Banyumas Cabut Larangan Ojek Online". Bergabunglah dengan Soleh dan 18 pendukung lainnya hari ini.