Kembalikan SJTP Seperti Penjanjian Awal dan STOP Pembohongan Publik oleh Manajemen

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Nama saya Aan Setya, member Sriwijaya Air Travel Pass.

Sejak diperkenalkannya Sriwijaya Air Travel Pass (SJTP) pada tahun 2018 lalu, sudah banyak perubahan terjadi terkait dengan term and conditions (syarat-syarat ketentuan) yang semakin merugikan konsumen khususnya member SJTP tersebut.

Sebut saja beberapa hal dibawah ini:

  1. Berawal dari dimulainya pembatasan kursi (Penerbangan dengan pesawat Boeing 737-800 atau Boeing 737-900 alokasi 75 seat; Penerbangan dengan pesawat Boeing 737-300 atau Boeing 737-500 alokasi 35 seat; Penerbangan dengan type pesawat ATR 72-600 alokasi 15 seat) sesuai dengan bukti email resmi dari Sriwijaya Air yang akan share ini (bit.ly/bataskursisjtp), namun pihak Sriwijaya Air pada tanggal 10 Januari 2019 melakukan pembohongan kepada publik bahwa pembatasan itu tidak ada (lihat berita CNN disini bit.ly/beritacnnSJtakbatasikursi). Tentu saja ini merupakan tipu muslihat yang lihai. YLKI harus bertindak.
  2. Mulai awal tahun 2019, meskipun masa aktif member kami belum habis, namun saat hendak digunakan untuk membeli tiket, tiket tujuan yang kami inginkan sudah SOLD OUT semua. padahal jika melihat di traveloka.com, tiket.com, maupun website ticketing online lainnya tiket untuk tujuan dan tanggal yang sama masih tersedia.
  3. Kelas tiket yang semula kelas F (promo member), terhitung tanggal 12 Januari 2019 diganti dengan kelas dengan status stand by/ cadangan (kelas A), atau jika diartikan secara awam, member digantung nasib penerbangannya sampai 60 menit (1 jam) sebelum keberangkatan. Bagaimana mungkin kami sebagai member harus standby di bandara tanpa kejelasan apakah kami bisa terbang atau tidak. Bagi yang tidak punya pekerjaan, tentu hal ini tidak terlalu menjadi masalah, tapi bagi member yang menggunakan SJTP ini untuk kepentingan dinas, bisnis maupun pekerjaan jenis lain, tentu hal ini menjadi sangat tidak adil. Bayangkan saja, bagaimana jika ternyata penerbangan yang sudah kita bayar tiketnya 1 atau 2 minggu sebelumnya dengan status issued, tetapi menjelang keberangkatan dicancel sepihak oleh pihak maskapai? tentu sangat merugikan apalagi menyangkut bisnis, bisa-bisa kami gagal mendapatkan kesepakatan bisnis dengan klien kita. bisa dilihat di berita bit.ly/SJTPkelasA dan bit.ly/SJTPcadangan
  4. Bahkan YLKI sudah mencium dugaan pelanggaran terhadap UU Perlindungan Konsumen (berita CNN bit.ly/ylkiSJTPlanggarUU)
  5. Jumlah member SJTP menurut informasi dari pihak manajemen yang diunggah dalam berita di CNN ini (http://bit.ly/14ribuMember) ada 14 ribu member. baiklah jika memang ada 86 member yang melanggar seperti berita berikut http://bit.ly/86curang, jangan sampai punishment terhadap kesalahan 86 orang ini ditimpakan juga kepada yang 14 ribu.

Untuk itu, kami sebagai member, seharusnya diberikan hak-hak seperti pada penjajian awal (lihat bukti email ini http://bit.ly/SJTPawal), antara lain:

  1. Membership bersifat exclusive, karena kami membatasi jumlah member.
  2. Kemudahan; transaksi pembelian tiket yang dapat dilakukan secara mandiri oleh member melalui website maupun mobile apps.
  3. Kebebasan; member bebas melakukan perjalanan ke seluruh destinasi domestik Sriwijaya Air Group (penerbangan Sriwijaya Air dan Nam Air).
  4. No Limit; Sriwijaya Air tidak membatasi jumlah penerbangan domestik yang akan diambil dalam paket ini selama seat tersedia dalam penerbangan.

Maka daripada itu mari kita ajukan petisi agar maskapai lebih memikirkan konsumen terutama member setia, yang sudah membayar Rp 12.000.000,- diawal sebagai ijab akad perjanjian, jangan sampai qobul-nya menjadi berubah-ubah syarat dan ketentuan yang semakin merugikan member.



Hari ini: AAN SETYA HARI mengandalkanmu

AAN SETYA HARI BOWO membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Menteri Perhubungan: Kembalikan SJTP Seperti Penjanjian Awal dan STOP Pembohongan Publik oleh Manajemen". Bergabunglah dengan AAN SETYA HARI dan 135 pendukung lainnya hari ini.