Setujui Penghapusan SPP bagi Mahasiswa Akhir, dari angkatan 2016 ke bawah.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 25.000.


  • Saat ini Pendemi Virus Corona menjadi persoalan di seluruh dunia. Kerugian besar - besaran terjadi diberbagai belahan dunia karena dampak dari mewabahnya virus ini. Termasuk di Indonesia,  menjadi penghambat kehidupan seluruh warga Indonesia dari seluruh aspek kehidupan, seperti kesehatan, perekonomian, pendidikan bahkan ritual ibadah juga terhambat. Saat ini tidak ada yang bisa dilakukan  selain mengisolasi diri dan keluarga. bahkan Pemerintah juga sudah menghimbau untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, melarang kegiatan yang melibatkan banyak orang bahkan meminimalisir kegiatan diluar rumah dan itupun harus dalam keadaan terdesak.
  • Social distancing yang diatur pemerintah, dengan maksud untuk menjaga seluruh warga Indonesia dengan tujuan memutus rantai Virus Covid-19 ini. Bahkan Pemerintah juga menangguhkan kredit rumah, motor, mobil bagi warganya yang berpendapatan menengah kebawah. Bahkan Ujian Nasional juga ditiadakan agar virus ini tidak menjangkit lebih banyak orang lagi. Untuk Siswa TK,SD,SMP dan SMA juga belajar dirumah.
  • Kampus hari ini, pendidikan tinggi baik itu Universitas, Sekolah Tinggi, dan Politeknik dan sejenisnya juga turut mendukung social distancing ini, dengan meliburkan perkuliahan di kampus dan melakukan kuliah secara online. Bahkan Kampus saya juga memberikan kebijakan yang sama dengan meliburkan kampus hingga semester ini selesai, dan melakukan kegiatan kuliah secara daring dan ujian juga online seperti melalui E- learning.
  • Jadi, bagaimana dengan kami mahasiswa akhir yang sedang dilanda persoalan penyelesaian tugas akhir.  Yang menemui beberapa hambatan dalam proses penyusunan skripsi kami. Seperti  proses bimbingan proposal atau skripsi  biasanya selalu dilakukan tatap muka, tapi saat ini dilakukan melalui online. Terjadilah kemunduran tanpa kami mampu elakkan. Seperti jadwal seminar proposal yang diundur,jadwal sidang juga demikian,  berakibat pada keterlambatan proses penelitian yang akhir juga berdampak pada waktu lulus.
  • Apalagi situasi konsul online ini juga cukup menitikberatkan para dosen kami. Dimana mereka juga akan bekerja lebih ekstra lagi, selain akan membimbing kami dan mengoreksi proposal atau skripsi kami, mereka juga harus memberikan materi kuliah hingga mempersiapkan materi ujian kepada adik - adik leting kami. Kami sadar kita semua memiliki keterbatasan. Pemerintah dengan usahanya, kampus demikian pula. Namun saya yakin kita semua sedang bekerja keras dan berdoa dengan keras pula agar wabah ini segera bisa diatasi.
  • Kurang lebih tersisa waktu dua bulan lagi untuk kami menuju semester baru dan kami harus membayar SPP sementara proses penyusunan skripsi belum selesai. Padahal beasiswa kami juga akan berakhir di semester ini.  Pembayaran UKT menjadi masalah lain yang harus kami hadapi, di saat kondisi pandemi ini juga berakibat pada perekonomian keluarga yang tidak lagi aktif bekerja dan kami pun merasa kesulitan dalam mencari pekerjaan serta beasiswa yang kami terima juga berakhir pada semester ini.
  • Jadi petisi ini ditujukan untuk meminta tolong untuk mempertimbangkan penghapusan  UKTB (SPP)  untuk penambahan semester bagi mahasiswa akhir dari angkatan 2016 ke bawah seperti angkatan 2015,  2014 bahkan 2013 yang belum selesai dan terhambat kelulusannya kaarena wabah ini.   Atau mungkin bisa dipertimbangkan untuk memberikan penangguhan pembayaran UKTB hingga ke tahun depan untuk dibayarkan. 
  • Karena penambahan semester sungguh menyulitkan kami apalagi dalam situasi penyusunan skripsi dengan kondisi keuangan yang tidak mencukupi.  Apalagi status beasiswa kami yang sudah berkahir dan tidak memiliki kesempatan lagi untuk mendapatkan beasiswa lagi.  Kondisi pendemi ini juga menyulitkan keluarga kami yang tidak bisa bekerja aktif,  dan kami juga tidakbisa membantu karena kita semua harus turut untuk tetap dirumah hingga wabah ini mereda.
  • Melihat kebaikan pak Presiden yang menangguhkan kredit motor,  mobil,  dan rumah bagi masyarakat menengah kebawah,  dan Pak Nadiem Makarim yang meniadakan UN bagi SD, SMP dan SMA.  Maka dari itu pula kami mahasiswa akhir memohon pertimbangan untuk peniadaan atau Penangguhan 1 tahun pembayaran SPP bagi Mahasiswa Akhir tahun 2016 hingga kebawah yang bertambah semester.  Karena kami sudah merasa terbeban dengan tugas akhir kami. Dan kami juga berharap usulan ini bisa menjangkau hati bapak Presiden, bapak Menrisekdiktik dan bapak Mendikbud. Kami juga selalu berdoa untuk Indonesia yang bebas Corona.

 

Salam Kami

Okta dan Bevy