Sejuta Dukungan Hapus Sistem Zonasi Sekolah

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Dengan sistem zonasi, dimana kualitas sekolah dan jumlah sekolah yang belum merata maka akan terjadi blanksport  dimana siswa darii daerah yang jarak rumahnya jauh dari sekolah   tidak akan pernah mendapatkan sekolah karena jarak dari rumah ke sekolah. hal tersebut juga mnurunkan semangat belajar siswa ,. bagi siswa dengan jarak rumah yang sangat dekat tidak merasa perlu untuk belajar dengan giat karna pasti bisa masuk ke sekolah yang dituju. sedangkan bagi siswa yang jarak rumahnya jauh dari sekolah tidak juga merasa penting untuk giat belajar, karena nilai baik yang didapatkan tidak memberikan dampak apapun..

yang paling utama terkena dampak tersebut adalah siswa yang jauh  jarak rumahnya dengan sekolah, semakin jauh jarak rumah dari sekolah maka semakin kecil kemungkinan untuk bisa diterima disekolah yang dituju. yang lebih memperihatinkan lagi. sudah jarak rumah yang jauh miskin pula, sedangkan nilai akademiknya memadai untuk masuk kesekolah tersebut,. tapi karna dengan sistem zonasi tidak dimungkinkan siswa tersebut diterima disekolah yang dituju.

jika pemerintah tetap ingin melakukan zonasi sekolah. maka yang harus dilakukan adalah zonasi berdasaarkan potensi daerah atau zonasi berdasarkan bakat dan potensi siswa.. semua pendidik tahu bahwa setiap siswa memiliki potensi, baik potensi akademik maupun potensi yang lainnya. buatlah pemetaan potensi siswa, lalu lakukan zonasi berdasarkan potensi itu. bukan hanya potensi akademik tetapi potensi yang lainnya, seperti potensi olahraga, potensi menyanyi, potensi menulis dan ribuan potensi lainnya. sehingga terciptalah sekolah sekolah pavorit .  berdasarkan potensi siswa tersebut. dengan demikian dapat dihasilkan satu sekolah satu produk. jika tidak memungkinkan dapat juga membuat setengah zonasi dan setengah hasil ujian. dengan demikian ada rasa keadilan walaupun tidak dapat semuanya terakomodir tetapi sebaian besar dapat terakomodir dengan baik.

penghapusan sistem zonasi bisa dilakukan dengan mencabut peraaturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 14 tahun 2018 tentang penerimaan peserta didik baru. atau pemerintah daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota) membuat kebijakan yang dimodivikasi tanpa melanggar peraturan diatasnya. pemerintah sebagai pemilik kebijakan tentu akan berubah pandangnnya jika dampak kebijakan tersebut menimbulkan gejolak yang masif dimasyarakat.

mengapa gerakan sejuta dukungan penghapusan sistem zonasi sekolah  harus dilakukan?, karena saya Mansurya Manik, S.Pd, i sebaga orangtua siswa (pegiat pendidikan) dan orangtua siswa yang lain, pernah merasakan dampak dari peraturan ini pada masa penerimaan peserta didik baru tahun 2018/2019. anak anak kami mengalami depresi dan mogok sekolah, selama 2 minggu, mereka merasa terzalimi, dengan nilai tinggi tapi tidak bisa masuk kesekolah yang dituju. karena itu, tidak boleh lag hal ini terjadi pada penerimaan peserta didik baru tahun 2019/2020. tidak boleh lagi anak anak yang berprestasi tidak dapat masuk kesekolah yang dituju akibat dari rezim zonasi.yang menyebabkan depresi dan mogok sekolah.

 



Hari ini: Mansurya mengandalkanmu

Mansurya Manik membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Menteri Pendidikan: Sejuta Dukungan Hapus Sistem Zonasi Sekolah". Bergabunglah dengan Mansurya dan 8 pendukung lainnya hari ini.