hentikan sistem fullday school dan kurangi jumlah mapel

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


fullday school yang awalnya diming imingi dengan "fullday tidak ada PR" nyatanya yang kami rasakan adalah tetap banyak pr yg diberikan oleh guru pengajar. Belum lagi kelas 12 yang dibebani tambahan pelajaran untuk persiapan USBN dan UNBK. waktu kami dihabiskan untuk belajar, begitupun saat weekend yang harusnya waktu bersama keluarga tapi kami habiskan untuk mengerjakan tugas. 

tuntutan untuk mendapatkan nilai bagus  disemia mapel yang membuat kami terdorong untuk berlaku tidak jujur. padahal belum tentu siswa dapat menguasai semua mata pelajaran sekaligus, ada juga siswa yang unggul di non-akademik, tapi malah dipukul rata untuk ujian mendapat nilai diatas kkm.

sekolah untuk masa depan cerah, namun nyatanya banyak sarjana pengangguran.