Kawal Dana BOS #Selamatkan Pendidikan Anak Indonesia

0 telah menandatangani. Mari kita ke 75.000.


Teman-teman, selama pandemi lebih dari 60 juta anak didik harus melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Tapi, mirisnya 66% anak tidak mengakses situs belajar,  75% guru tidak memiliki akses ke situs atau aplikasi belajar, dan 70% guru membutuhkan materi PJJ (Berdasarkan Penilaian Kebutuhan Cepat Save the Children pada April 2020).

Misalnya aja di Grobogan, Catur (16) terpaksa menjadi kuli bangunan agar dapat membeli smartphone. 

Di Tangerang, seorang Ibu bernama Ida (45) harus berhutang untuk paket data dan meminjam smartphone agar anaknya dapat mengikuti PJJ. 

Di Sidoardjo,  Sovi Dwi Aprilia - siswa MTs kelas VIII - harus jualan nasi bungkus agar dapat memenuhi kebutuhan paket data senilai Rp. 150.000 per bulan. 

Di Batam, seorang siswi (15) harus menjual diri. 

Di Garut, seorang ayah harus mencuri ponsel untuk PJJ anaknya. 

Fakta-fakta ini sangat menyedihkan dan membuat hati kita hancur. Ini seharusnya tidak terjadi. Tapi, pilihan PJJ ini terpaksa diambil. Jika tidak, anak-anak Indonesia berpotensi terinfeksi virus Corona.  

Lalu bagaimana nasib pendidikan anak-anak Indonesia ke depannya? 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di berbagai media menyatakan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dapat digunakan untuk beli paket data.  

“100 persen dana BOS diberikan fleksibilitas untuk membeli pulsa dan kuota internet untuk anak dan orangtuanya. Bisa itu, sudah kita bebaskan. Di masa darurat Covid ini boleh digunakan untuk pembelian pulsa guru, sekolah dan orangtua untuk anak,” ucap Nadiem di Bogor, Kamis (30/7/2020) seperti dilansir dari Kompas.com. Pernyataan seperti ini sudah ditunggu masyarakat. 

Pernyataan Menteri ini didukung PERMEN No 19/2020 tentang Petunjuk Teknis BOS Reguler.  

Karena itulah, sangat perlu dipastikan bahwa dana BOS ini dapat benar-benar menjangkau guru, orang tua dan murid yang paling butuh. Masa depan anak-anak yang kesulitan mengakses PJJ daring menjadi taruhannya. Taruhan ini terlalu mahal bagi bangsa ini. 

Melalui petisi ini, Save the Children mengajak kamu meminta pemerintah melaksanakan program ini dengan benar lewat 3 hal berikut:

  • Kemendikbud mensosialisasikan dan memastikan PERMENDIKBUD No 19/2020 tersebut diimplementasikan oleh pihak sekolah dengan pengawasan Dinas Pendidikan secara terbuka;
  • Pihak sekolah menggunakan dana secara transparan dan memberikan prioritas bantuan bagi guru dan murid yang paling butuh;
  • Orang tua dan wali turut mengawal anak untuk belajar internet sehat untuk menghindarkan pengaruh negatifnya. 

Kami yakin kamu bisa melakukan ajakan ini. Tidak terbayangkan nasib anak-anak yang terpaksa menjadi buruh bahkan menjual diri, serta orangtua yang harus berhutang hingga mencuri, untuk PJJ ini. 

Perlu kamu ketahui, masih ada puluhan juta anak lainnya yang pendidikannya terkendala.  

Jika terkendala, lingkaran kemiskinan akan menjerat mereka dan keturunannya kelak. Angka putus sekolah yang mencapai lebih 300.000 per tahun akan semakin buruk. Kami yakin kamu tidak menginginkan hal ini terjadi. 

Ayo, kamu harus pastikan kebijakan dana BOS dilaksanakan sesuai tujuannya. Mari kita kawal bersama!!!

 

Salam,

Save the Children Indonesia