Mendikbud Nadiem Makarim Tolong Larang Siswa SD - SMP Gunakan HP di Sekolah.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Efektif September 2018 lalu, Pemerintah Prancis memberlakukan larangan bagi pelajar SD dan SMP untuk menggunakan HP/smartphone di sekolah.  Pemerintah menganggap penggunaan smartphone tersebut menyebabkan ketergantungan dan membuat pelajar tidak fokus dalam mengikuti pelajaran di sekolah.

Kami merasa kebijakan ini sangat baik dan mengharapkan Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga menerapkan kebijakan yang sama secara nasional. Apalagi fokus pembangunan bangsa pada periode 2019-2024 adalah Pembangunan SDM Unggul untuk Indonesia Maju.

Alasan yang melatarbelakangi permintaan ini adalah dikarenakan penggunaan smartphone memiliki banyak dampak negatif khususnya bagi tumbuh kembang anak, diantaranya adalah:

1.     Menyebabkan ketergantungan / kecanduan.

2.     Menyebabkan siswa tidak dapat berkonsentrasi penuh dalam menerima materi pelajaran selama kegiatan belajar di sekolah (terganggu dengan notifikasi pesan dari smartphone)

3.     Berdampak buruk bagi kesehatan. Anak-anak berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan tubuh akibat terpapar radiasi smartphone. Penggunaan smartphone dengan layar bluelight juga dapat merusak sel saraf dan mata.

4.     Beresiko menderita penyakit kecanduan pornografi.  Menurut data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (Juli 2019), 97% anak Indonesia usia 9-17 tahun sudah terpapar dengan pornografi dan anak mengakses konten pornografi dari smartphone pada saat mengerjakan tugas sekolah. Kerusakan otak akibat kecanduan pornografi lebih parah daripada kecanduan narkoba dan menyebabkan otak menyusut.

5.     Data Komisi Perlindungan Anak (KPAI) per September 2018 ada 525 kasus pornografi dan kejahatan siber yang melibatkan anak-anak.

6.     Menyebabkan anak  asik sendiri dengan dunia maya, dari pada bermain dan berinteraksi langsung bersama teman-teman di sekolah.

7.     Menimbulkan kecemburuan sosial bagi anak lain yang tidak memiliki smartphone.

Dengan adanya kebijakan larangan menggunakan smartphone di sekolah, kami berharap orangtua juga akan lebih mengawasi penggunaan smartphone bagi anak-anak di rumah.

Jeanne Noveline Tedja