Petisi ditutup

Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan kembali Terancam! #SaveTrowulan

Petisi ini mencapai 335 pendukung


Kawasan Trowulan merupakan situs kota Majapahit. Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkannya sebagai Kawasan Cagar Budaya melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 260/M/2013 tentang Penetapan Status Ruang Geografis Trowulan sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional. Namun demikian bukan berarti kawasan ini aman dari ancaman-ancaman kerusakan. Setelah dibatalkannya pembangunan pabrik baja di kawasan Trowulan, akhir-akhir ini masyarakat setempat dan para pegiat pelestarian budaya Majapahit dibuat terhenyak dengan rencana Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang akan membangun pusat oleh-oleh di dekat situs Segaran yang berada di pusat kawasan tersebut.  Bahkan pada awalnya rencana pembangunan pusat oleh-oleh ini dilakukan begitu saja tanpa pertimbangan pihak-pihak yang bertanggung jawab seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang No. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Setelah mendapat kecaman barulah Pemerintah Kabupaten Mojokerto memohon  rekomendasi kepada  Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Pada 5 April 2017, masyarakat dan para pegiat pelestarian kembali dikejutkan dengan pernyataan salah satu staf BPCB Jawa Timur dalam surat kabar Radar Mojokerto yang menyebutkan bahwa belum ada temuan yang terstruktur sehingga lokasi ini layak untuk dilindungi. Memang disebutkan pula bahwa meski belum terdapat temuan, otomatis rekomendasi akan diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk melanjutkan pembangunan karena hasil penelitian ini akan disampaikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Namun demikian rupanya Pemerintah Kabupaten Mojokerto merespon pernyataan hasil penelitian arkeologis tadi dengan melanjutkan kembali proyek seperti yang diberitakan dalam koran Radar Mojokerto tanggal 7 April 2017 dan disaksikan sendiri oleh warga lokal. Tindakan inilah yang jelas sekali melanggar Keputusan Mendikbud No. 260/M/2013 dimana disebutkan bahwa pemanfaatan Cagar Budaya baik seluruh maupun bagian-bagiannya kecuali dengan izin Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 93 Undang-Undang No. 11 tahun 2010.

Belum lagi selesai polemik Pusat Oleh-Oleh, kembali kita terhenyak karena perusakan besar-besaran atas struktur purbakala di Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo yang masuk ke dalam Kawasan Cagar Budaya Nasional. Memang setelah foto-foto perusakan viral di kalangan pemerhati dan pegiat pelestarian budaya kemudian ditanggapi dengan penghentian penggalian, namun langkah ini tentu saja tidak cukup mengingat besarnya kemungkinan masih akan terjadi lagi kasus serupa di tempat lain di Kawasan tersebut. Oleh karena itu, kami menuntut:

1.   Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, agar tidak memberikan rekomendasi ataupun  ijin untuk kelanjutan proyek pusat oleh-oleh tersebu karena seharusnya pelestarian Kawasan ini tidak hanya berdasarkan tidak adanya temuan arkeologis saja, melainkan juga penerapan tata ruang yang memperhatikan keharmonisan yang ada dalam perencanaan kawasan, langgam arsitektur yang dikembangkan, lingkungan yang lestari, kegiatan sosial budaya yang berkualitas, dan berbagai aspek lainnya. 

2. Selain itu, agar dilakukan sosialisasi segera kepada seluruh perangkat desa beserta warga di semua desa yang termasuk dalam Kawasan Cagar Budaya Nasional mengingat sejak dikeluarkannya Keputusan tersebut tahun 2013 pelaksanaan sosialisasi masih sangat terbatas. Kami juga mendesak agar segera diwujudkan Badan Pengelola Kawasan Cagar Budaya Trowulan seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang terkait.

3. Kepada Bupati Mojokerto agar segera menghentikan proyek di lokasi tersebut dan melakukan pelestarian Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan secara terpadu dengan tetap memperhatikan peraturan-peraturan yang telah ada demi kesejahteraan rakyat secara umum.  

Bantu kami untuk menandatangani dan menyebarkan petisi ini. Kami mengajak semua pihak untuk menyadari bahwa Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan Majapahit kembali berada dalam ancaman. Maka, langkah ini penting bagi kita bangsa Indonesia untuk melanjutkan apa yang diwariskan oleh nenek moyang kita serta diperjuangkan oleh para pendiri bangsa Indonesia. Ayo bergerak sebelum terlambat!

#SaveTrowulan



Hari ini: Komunitas Save Trowulan mengandalkanmu

Komunitas Save Trowulan membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia: Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan kembali Terancam! #SaveTrowulan". Bergabunglah dengan Komunitas Save Trowulan dan 334 pendukung lainnya hari ini.