Mewajibkan Anak - Anak Sekolah untuk Belajar Alat Musik Tradisional Indonesia

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


       Hari demi hari, jumlah pemakai alat musik tradisional Indonesia semakin menipis. Hal itu disebabkan oleh evolusi dari setiap alat musik yang semakin hari semakin modern. Selain itu, alat musik modern lebih mudah dimainkan. Maka kita juga semakin malas untuk memainkan alat musik tradisional. Dikarenakan hal tersebut, kami membuat petisi untuk meningkatkan penggunaan alat musik tradisional Indonesia, dengan cara  mewajibkan semua anak sekolah untuk belajar alat musik tradisional Indonesia. Hal tersebut merupakan salah satu cara kita untuk kembali mengembangkan alat musik tradisional yang berasal dari Indonesia.

       Alat musik tradisional dari penjuru Indonesia mempunyai karakteristik yang bervariasi, dan juga mempunyai keunikan tersendiri. Karakteristik alat musik tradisional  tergantung asal daerah alat musik tersebut. Seperti  Angklung yang mengiringi  lagu Sunda, Jawa Barat, ataupun Gamelan yang bernuansa jawa tengah yang terdengar merdu saat dimainkan. Di Betawi  juga ada alat musik tradisional yang disebut  gambang kromong. alat musik yang dipakai dalam gambang kromong adalah seperti tehyan, sukong, gong, gamelan, dll. Ada juga musik keroncong yang menggunakan instrumen musik dawai, flute, dan vokal. Tetapi, alat - alat musik tersebut sekarang sudah jarang dimainkan, karena adanya alat alat musik yang lebih modern dan juga karena adanya modernisasi yang menyebabkan semakin banyak orang yang lebih tertarik dengan alat musik modern.

       Seperti kita ketahui, modernisasi memberi dampak besar dalam minat anak muda, salah satunya adalah kurangnya minat dalam memainkan ataupun mempelajari hal-hal yang berunsur kebudayaan tradisional. Hal ini dipengaruhi perkembangan  media massa (dan hiburan), generasi anak muda dengan mudah menciptakan perubahan terhadap gaya konservatifnya. Dalam aspek musik, mereka akan cenderung berminat dalam musik-musik yang bernuansa budaya luar, seperti Hip-Hop dan sebagainya.

       Tujuan kami membuat petisi ini adalah untuk meningkatkan kembali penggunaan dan minat terhadap alat musik tradisional Indonesia. Slah satu cara kami adalah meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia mewajibkan anak-anak sekolah untuk belajar alat musik tradisional Indonesia. Dengan cara mewajibkan anak-anak sekolah untuk belajar alat musik tradisional Indonesia, maka secara otomatis alat-alat musik tradisional Indonesia akan semakin sering dimainkan oleh anak-anak sekolah dan juga ada kemungkinan bahwa mereka bisa mengenbangkan alat musik tersebut dimasadepannya. Dengan hal ini, kami sangat berharap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia untuk menanggapi dan melaksanakan petisi ini.  UU Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 pasal 40 ayat 1 mengenai ciptaan yang dilindungi meliputi ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra. Jadi, kita tidak boleh membiarkan begitu saja tetapi kita juga harus melindungi dan melestarikannya.

       Generasi muda tidak dapat berubah saat tidak ada yang memberi tindakan. Oleh karena itu, kami membutuhkan partisipasi anda untuk menandatangani petisi ini untuk generasi masa depan.