Bayarkan Gaji dan Insentif PANITIA PELAKSANA ASIAN GAMES 2018

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Semua orang sudah tahu bagaimana Indonesia sukses menjadi tuan rumah Asian Games 2018 lalu. Dengan pesta pembukaan yang meriah, pelayanan prima bagi atlet-atlet Asia yang berlaga, serta pelaksaaan pertandingan yang berstandar internasional membuat Indonesia menuai puja puji dari seluruh dunia. Namun apa lacur. Dibalik kisah sukses dan apresiasi tuan rumah terbaik selama 18 kali pagelaran Asian Games dari 45 negara peserta, ada kisah menyedihkan yang hingga kini dialami anggota Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) yang sudah mendedikasikan kerja keras, termasuk nyawa, demi sukses pesta olahraga bangsa Asia tersebut.

Honor kepanitiaan, terutama yang bekerja dalam periode Januari hingga Agustus 2016 dan ditunjuk berdasarkan 3 Surat Keputusan (SK) Panitia Penyelenggara, yakni SK No: 001a/KEP-PP/PN-INASGOC/I/2016, SK NO : 010/PANNAS INASGOC/VI/2016, dan SK NO : 012a/KEP-STAFF/PN-INASGOC/VII/2016, hingga April 2020, atau setelah berjalan 4 TAHUN, BELUM JUGA DIBAYARKAN. Tak hanya itu, insentif yang sudah disampaikan kepada Bapak Jusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia saat itu bagi seluruh panitia yang pernah diungkapkan di Malam Apresiasi INASGOC pada 18 Desember 2018, hingga kini JUGA BELUM DIBAYARKAN.

Berapa total honor yang tertunggak? Jika melihat dari panitia INASGOC yang berjumlah 750 orang, total honor dan insentif yang BELUM DIBAYARKAN oleh Kemenpora berjumlah, Rp 27,1 Miliar.

Jumlah itu tidak besar dan tak akan membebani APBN karena alokasi anggaran untuk membayarnya sudah tersedia di Badan Layanan Umum  Lembaga Pengelolaan Dana dan Usaha Keolahragaan (BLU-LPDUK) Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Hingga kini, LPDUK yang dibentuk untuk mengelola dana-dana dari sponsor serta Non APBN selama Asian Games 2018 masih memiliki saldo kas Rp 127 Miliar (per Februari 2019).

Usaha-usaha untuk melakukan dialog, baik formal dengan cara korespodensi untuk bertemu dan informal dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga sudah dilakukan sejak 2019. Namun, usaha kami tersebut masih diabaikan. Menteripun sudah berganti, namun nasib kami masih tak pasti.

Terakhir, pada 30 Januari 2020 dan 6 April 2020, kami sudah mengirimkan bukti-bukti terbaru yang mendukung KEPANTASAN dan KELAYAKAN kami untuk menerima HONOR dan BONUS yang menjadi HAK kami.

Kami yakin bahwa Pak Menpora tidak akan lalai atas hak orang, karena tentunya Pak Menpora mengerti bahwa hal ini berdampak pada kerugian moril serta materiil yang harus dirasakan istri, anak, serta keluarga dari anggotaPANITIA PELAKSANA ASIAN GAMES 2018. 

Teman-teman, kami meminta dukungan kalian untuk bersama-sama menyerukan ke Pemerintah terutama Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Keuangan agar MEMBAYAR HONOR dan Insentif yang menjadi HAK dari PANITIA PELAKSANA ASIAN GAMES 2018

Kami hanya meminta hak kami, hasil kerja keras kami. Bukankah sudah selayaknya kami mendapat honor atas kerja yang sudah kami lakukan?

Apalagi di masa pandemik yang tentunya dialami ratusan orang PANITIA PELAKSANA ASIAN GAMES 2018 serta keluarganya, kami sangat berharap agar Kementerian Pemuda dan Olahraga TIDAK ABAI dalam membayar HONOR dan BONUS karena hal ini adalah SIKAP DZHOLIM, YANG MAKIN MENYENGSARAKAN seluruh keluarga panitia INASGOC.

Bantu kami agar mendapatkan hak kami.
Dukung kami agar bisa tetap menghidupi keluarga kami dari hak kami yang masih belum dibayarkan.

Kami mohon dari kerendahan hati kami yang terdalam agar Bapak Zainuddin Amali terketuk untuk membayarkan honor dan insentif kami.

Petisi ini adalah upaya kami agar bisa didengar dan disetujui.

Mohon dukung kami, yang hanya ingin memperjuangkan hak paling dasar untuk setiap pekerja.