BEBASKAN SKRIPSI, BERIKAN PILIHAN KELULUSAN PERGURUAN TINGGI DI ACEH !!!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Salah satu Rektor perguruan tinggi negeri di Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Asia Malang. Risa Santoso merupakan Rektor termuda yang resmi di lantik sebagai Rektor ITB Asia Malang pada 02 November 2019 lalu, yang membuat gebrakan baru di kampusnya ITB. Gebrakan yang dilakukan oleh Risa Santoso ini yaitu menerapkan pendidikan seperti yang diterimanya saat menjadi mahasiswa di luar negeri, pengalaman mengenyam pendidikan di California dan Harvard University yang akan diterapkannya dikampus yang sekarang dipimpinnya.  Sebagai contoh seperti mewacanakan menghapus skripsi sebagai syarat untuk meraik gelar Strata 1 (S1).

Alasan membuat gebrakan baru tersebut karena skripsi jadi momok menakutkan dan menghambat kelulusan mahasiswa menuju sarjana, seperti yang kita ketahui selama ini tugas akhir atau skripsi menjadi momok menakutkan bagi mahasiswa. Tak sedikit dari mereka yang gagal dalam menyelesaikan skripsi tepat waktu. Seharsunya universitas memberikan pilihan memberikan opsi kepada para mahasiswa yaitu mau mengerjakan skripsi atau membuat project akhir, dengan demikian tidak harus membuat skripsi sebagai syarat kelulusan melainkan bisa dengan membuat project akhir. Jadi skripsi disini bukan lagi kewajiban utama kalau semisalnya mahasiswa memiliki minat dibidang pembuatan program tentunya lebih baik difokuskan untuk membuat project akhir. Dan kalau diluar negeri skripsi itu sifatnya pilihan bukan kewajiban.

Dari landasan tersebut maka tidak bisa di pungkiri bahwa tidak ada salahnya kampus lain juga membuat gebrakan atau menerapkan sistem seperti yang dilakukan oleh Rektor ITB tersebut. Bukan tidak mungkin ini diterapkan di kampus –kampus lainnya di Indonesia khususnya di Aceh sebagai pembaharuan di dunia pendidikan yang seharusnya mulai berbenah agar dunia pendidikan di indonesia dapat lebih berkembang dan berdaya saing tinggi dengan kreativitas mahasiswa indonesia.

Mahasiswa dapat menentukan pilihannya dalam menyelesaikan studinya dengan memilih skripsi atau mengerjakan tugas akhir sesuai dengan minat bakat atau jurusan yang sedang di tempuh, sehingga skripsi bukan lagi sebagai momok yang menakutkan bagi mahasiswa melainkan sebagai salah satu opsi dalam menyelesaikan masa studinya di suatu Universitas tinggi yang ada di seluruh indonesia khususnya di provinsi Aceh.

Tidak dapat di pungkuri jika banyaknya jasa penyusunan skripsi dan masih banhyaknya mahasiswa yang melakukan copy-paste menjadi factor yang harus di pertimbangkan jika harus mengedapan skripsilah yang hanya menjadi acuan untuk penyelesaian studi di universitas, dengan adanya keleluasaan untuk memilih skripsi atau mengerjakan tugas akhir sesuai minat bakat atau jurusan yang di tempuh membuat kecurangan dalam tugas akhir dalam penyelesaian study dapat sedikit kita tangkis walau tidak secara menyeluruh. Semua butuh proses untuk menjadi lebih baik kedepannya. Tidak akan salah mencoba hal tersebut demi meningkatkan mutu pendidikan dan sumber daya manusia yang ada di Negara kita ini.