SELAMATKAN BUMI KITA

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


SELAMATKAN BUMI KITA

Lebih kurang setahun yang lalu anak kami opname karena batuk-batuk yang tidak henti-hentinya. Menurut keterangan dokter penyebabnya karena sensitivitas terhadap asap. Memang di depan rumah kami berdiri usaha pembakaran arang yg diberikan ijin usaha oleh Badan Perijinan Kab. Bojonegoro, padahal salah satu berkas perijinannya yaitu surat persetujuan tetangga tidak ada tanda tangan tetangganya. Saya menyayangkan tindakan Kepala Desa Temayang dan Camat Temayang yang meloloskan berkas perijinan tersebut, serta Kepala Badan Perijinan Kab. Bojonegoro yang telah menerbitkan ijin usaha.

Berbagai macam cara kami tempuh untuk melakukan pengaduan terkait hal ini. Bersurat kepada Bupati Bojonegoro, pengaduan online, dan juga bersama warga RT 11 RW 05 Desa Temayang mengadu ke Kapolres Bojonegoro tapi hasilnya nihil semua. Badan Perijinan Kab. Bojonegoro malah memberikan balasan di pengaduan online berupa Surat Pernyataan Persetujuan Tetangga yang penuh dengan tip-ex dan dengan format yang berbeda dari Surat Pernyataan sebelumnya serta ada tandatangan tetangga pengusaha arang tsb. Padahal dari awal tetangganya tidak menandatangani Surat Pernyataan Persetujuan Tetangga dan bersama warga melakukan pengaduan ke Kapolres Bojonegoro. Lantas siapa yang menandatanganinya? Inilah tugas pihak berwajib untuk menindaklanjutinya.

Badan Lingkungan Hidup Kab. Bojonegoro hanya sekali saja melakukan pengukuran asap dan dilakukan di hari pertama pembakaran. Dan tentu hasilnya di bawah ambang batas bahaya karena hari pertama pembakaran asap belum banyak yang keluar. Menurut hemat saya, pengukuran asap tidak bisa dilakukan sekali saja karena asap yang keluar dari pertama pembakaran sampai dengan selesainya pembakaran pasti berbeda intensitasnya.

 

Setiap hari gelondongan kayu dan kepulan asap yang keluar dari cerobong pembakaran menjadi tontonan kami setiap hari. Seperti kita ketahui bahwa asap merupakan penyebab polusi udara. Bahkan penyumbang terbesar polusi udara dan lama kelamaan akan menyebabkan kematian. Penelitian ilmiah yang dilakukan oleh World Health Organization (WHO) mencatat polusi udara mengakibatkan 3,2 juta kasus kematian dini di seluruh dunia untuk setiap tahunnya.

Pohon-pohon yang terus menerus ditebang akan sangat membahayakan kehidupan kita dan makhluk hidup yang lain. Kadar oksigen di dunia ini akan semakin menipis, air hujan mengalir begitu saja dari gunung menuju ke laut karena pohon yang bermanfaat untuk menyimpan air sudah ditebang. Banjir dan longsor bisa saja terjadi, kekeringan di musim kemarau, dan alam pun semakin panas.

Kami mohon kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ibu Siti Nurbaya untuk menghentikan usaha arang ini dan ditutup selama-lamanya karena secara yuridis formal ijin usahanya tidak sah. Apalagi usaha arang tersebut berdiri di kawasan permukiman masyarakat. Kami tidak ingin warga yang lain menjadi korban berikutnya. Kami tidak ingin terjadi polusi udara di Desa Temayang ini. Kami tidak ingin pohon-pohon habis ditebangi karena dapat mendatangkan bencana banjir dan longsor. Di musim kemarau bisa terjadi kekeringan dan air susah didapatkan. Kami tidak rela bumi kita ini dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Terima kasih.

#SelamatkanBumiKita
#HariBumi22April
#EarthDay



Hari ini: Adi mengandalkanmu

Adi Setyawan membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN: SELAMATKAN BUMI KITA". Bergabunglah dengan Adi dan 130 pendukung lainnya hari ini.