Tolak pengrusakan lingkungan berkedok wisata di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


Pengembangan wisata di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) dinilai sudah berlebihan dan mengabaikan unsur pelestarian yang seharusnya menjadi faktor terpenting dalam pengelolaan Taman Nasional, khususnya yang terjadi di wilayah Situgunung, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.

Setelah belum lama ini meresmikan jembatan gantung terpanjang di Indonesia dengan nama Situ Gunung Suspension Bridge kini pengelola diketahui tengah membuka akses menuju sebuah air terjun yang bernama Curug Kembar, padahal pihak Taman Nasional di tahun lalu pernah menegaskan jika kawasan tersebut merupakan zona yang tidak boleh dimasuki oleh manusia untuk tujuan wisata dan hanya boleh dimasuki jika ditujukan untuk kegiatan penelitian, itu pun harus dilengkapi izin khusus.

Geliat wisata seharusnya tidak mengabaikan unsur unsur pelestarian serta kearifan masyarakat lokal yang di sekitar kawasan, dan tidak sepantasnya sebuah kawasan konservasi dijadikan sebuah tempat wisata masala (mass torisme) mengingat idealnya kawasan tersebut dijadikan sarana edukasi dan penelitian. Belum lagi masuknya manusia.lebih dalam ke jantung hutan hanya akan menimbulkan polusi mulai.dari.polusi suara hingga sampah,  yang dikawitirkan akan mengganggu flora dan fauna yang terdapat ditempat tersebut.

Apalagi hal ini twrjadi  di wilayah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, salah satu Taman Nasional tertua di Indonesia yang memiliki fungsi penting sebagai cadangan biosfer dunia.