Banjir 2020: Copot Gubernur Jakarta, Anies Baswedan tidak mampu

0 telah menandatangani. Mari kita ke 15.000.


Petisi ini dipicu oleh kerugian yang diderita masyarakat Jakarta atas ketidakmampuan Gubernur DKI Jakarta, saudara Anies Baswedan dalam mengantisipasi banjir yang melanda ibukota tanggal 1 Januari 2020.

Sebagai anggota masyarakat, kami merasa dirugikan oleh buruknya manajemen pemerintah provinsi DKI Jakarta di bawah tanggung jawab saudara Anies Baswedan.

Sebagai masyarakat yang dirugikan kami menyimpulkan bahwa:

Saudara Gubernur DKI Jakarta, telah gagal menanggulangi banjir, dipicu oleh ketidakmampuannya dalam merencanakan dan mengelola APBD DKI Jakarta untuk pendanaan normalisasi Ciliwung yang dipotong sejak tahun 2018 sampai 2020 ini.

Pembahasan APBD pada pemerintahan Anies Baswedan sangat tertutup, hal ini harusnya dibuka untuk perhatian publik, dari perencanaan RKPD - KUAPPAS serta pengesahan untuk menghindari manajemen anggaran publik. Tata kelola anggaran selama di bawah manajemen saudara Anies Baswedan tidak mencerminkan kemajuan transparansi pengelolaan anggaran pemerintah DKI Jakarta yang mana sebelumnya sudah diatur dengan lebih baik.

Mengacu pada janji kampanye pasangan Anies - Sandi pada 2016 silam, pada dua butir berikut, Saudara Anies Baswedan juga telah gagal dalam memenuhi janji kampanyenya:

Butir 9 pada janji kampanye yang dilayangkan kepada media Detik.com dengan tautan: https://news.detik.com/berita/d-3341915/23-janji-anies-baswedan-sandiaga-uno-kjp-plus-sampai-setop-reklamasi

Meningkatkan Realisasi Rencana Program (daya serap anggaran) untuk memperluas cakupan dan efektivitas program-program penanggulangan banjir dan kemacetan, rehabilitasi dan pemeliharaan lingkungan hidup serta pengelolaan sampah.

Butir 7 pada janji kampanye yang dilayangkan kepada media Detik.com dengan tautan: https://news.detik.com/berita/d-3341915/23-janji-anies-baswedan-sandiaga-uno-kjp-plus-sampai-setop-reklamasi

Membangun pemerintahan yang bersih, modern dan melayani berbasis transparansi, akuntabilitas dan keteladanan dengan mengoptimalkan pelibatan publik dan pemanfaatan teknologi (Smart City).

Maka, berdasarkan kerugian masyarakat DKI Jakarta sejak terjadinya banjir di hari pertama, kami sebagai warga DKI Jakarta mendeklarasikan bahwa saudara Anies Baswedan tidak mampu untuk mengatasi masalah utama ibukota. Kami mengharapkan peninjauan kembali kinerja Gubernur DKI Jakarta dengan kemungkinan akibat pencopotan saudara Anies Baswedan dari posisi Gubernur DKI Jakarta jika terbukti tidak mampu menjalankan mandat serta amanat rakyat.

Kami juga memohon kebesaran hati dari saudara Anies Baswedan untuk memahami ketidakmampuannya, untuk menerima pencopotan dan dapat undur diri secara kesatria, dalam semangat manusia Indonesia.

Sebagai referensi, berikut adalah laporan media di Indonesia sampai penulisan petisi ini, mengenai kerugian akibat banjir Jakarta di awal tahun 2020:

https://ekonomi.bisnis.com/read/20200102/9/1186199/ini-kerugian-yang-diakibatkan-banjir-versi-bappenas

https://megapolitan.kompas.com/read/2020/01/02/08183691/kado-tahun-baru-2020-banjir-terparah-yang-menimpa-jakarta?page=all

https://www.cnbcindonesia.com/market/20200101212221-17-126990/korban-meninggal-karena-banjir-jabodetabek-mencapai-26-orang