Minyak Sawit Dalam Bahaya, Pasar Ekspor Tak Lagi Bisa Diandalkan!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


SELAMATKAN MINYAK SAWIT

Sebagai penghasil devisa terbesar negara Indonesia, komoditas minyak sawit merupakan satu-satunya produk andalan strategis yang dapat digunakan sebagai minyak makanan dan non makanan.

Sebagai minyak makanan, minyak sawit digunakan sebagai minyak goreng yang paling sehat, aman dan ekonomis digunakan umat manusia. Belum lagi turunan lainnya, yang juga membantu kehidupan manusia seperti margarin, whitening dan sebagainya.

Minyak non makanan berbasis minyak sawit juga menghasilkan banyak produk, dari personal care, kosmetik hingga bahan bakar minyak terbarukan atau biodiesel.

Banyaknya manfaat dan kegunaan minyak sawit, juga sebagai penyelamat devisa negara Indonesia. Sebab, minyak sawit menjadi satu-satunya komoditas yang mendulang devisa besar bagi Indonesia.

Berbagai produk terbarukan dan ramah lingkungan yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia, banyak dihasilkan dari minyak sawit. Terlebih, penggunaan lahan paling efisien dibandingkan minyak nabati lainnya.

Minyak sawit asal Indonesia berorientasi kepada pasar ekspor, dimana banyak negara lainnya, juga bergantung kepada pasokan dari Indonesia. Namun, seringkali minyak sawit mengalami diskriminasi berlebihan di negara tujuan ekspor, yang menghambat dan menurunkan daya saing.

Adanya perjanjian bilateral Free Trade Agreement (FTA) dan Early Harvest Program (EHP) yang menjadi pembukanya, seringkali menjadi dilema besar di belakang hari.

Seperti kasus pasar Pakistan lalu dan baru-baru ini Pasar India. Adanya selisih besaran tarif Bea Masuk Ekspor minyak sawit, tentu saja akan menurunkan daya saing produk Indonesia di negara tujuan ekspor 

Jika diskriminasi Bea Masuk India terus berlanjut, maka secara nyata akan menghambat perdagangan minyak sawit di masa depan.

Jika pasar ekspor terhambat, maka produksi minyak sawit akan kian menggunung di Indonesia. Solusinya, butuh diplomasi kuat dari Kementerian terkait, guna menyertakan produk minyak sawit dan turunannya dalam list produk EHP, supaya mendapatkan penurunan tarif Bea Masuk ke negara tujuan ekspor.

Selain itu, konsumsi pasar domestik juga harus ditingkatkan, melalui pembangunan dan penguatan industri hilir yang menghasilkan produk terbarukan dan ramah lingkungan.

Sejalan dengan itu, dibutuhkan peranan besar Pemerintah Indonesia, guna mendorong pertumbuhan konsumsi pasar dalam negeri, guna mengonsumsi berbagai produk yang berbasis minyak sawit.

Akhir tahun 2018 ini, kemelut besar terjadi pada produk minyak sawit, dimana harga jual sawit petani kian tergerus dan pasar ekspor kian menciut.

Jika kita peduli terhadap bangsa dan Negara Indonesia yang kita cintai, mari kita bersama-sama mendukung keberadaan minyak sawit dengan mengonsumsi berbagai produk yang ada di pasaran.

Dengan mendukung petisi ini, maka kita akan mendorong tumbuhnya konsumsi minyak sawit di Indonesia dan meningkatnya daya saing minyak sawit sebagai komoditas ekspor.

Jika bukan kita yang mengonsumsi #minyaksawit siapa lagi? #jikabukankitasiapalagi #sawitberkelanjutan #sawitbaginegeri #sawitkita 

 

 



Hari ini: Ignatius Ery mengandalkanmu

Ignatius Ery Kurniawan membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Menko Perekonomian RI, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, : Minyak Sawit Dalam Bahaya, Pasar Ekspor Tak Lagi Bisa Diandalkan!". Bergabunglah dengan Ignatius Ery dan 262 pendukung lainnya hari ini.