Petisi ditutup

Hapus PPN Buku dan PPH Royalti Penulis

Petisi ini mencapai 2.897 pendukung


EDITED: catatan kedua Afifah Afra mengenai pro-kontra petisi ini

Tanda tangani petisi ini jika Anda peduli pada literasi dan kecerdasan bangsa Indonesia

Petisi ini dibuat berdasarkan surat terbuka Afifah Afra untuk Menkeu tentang permohonan penghapusan PPN buku dan PPH royalti penulis.

Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 158/PMK.010/2015 yang diterbitkan pada 12 Agustus 2015, dinyatakan bahwa jasa kesenian dan hiburan dimasukkan dalam kelompok yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Jasa kesenian dan hiburan ini termasuk tontonan film, tontonan pagelaran kesenian, pagelaran musik, pagelaran tari, dan pagelaran busana. Selain itu, tontonan kontes kecantikan, kontes binaraga, dan kontes sejenisnya, serta tontonan berupa pameran. Jenis tempat hiburan seperti diskotek, karaoke, klab malam, dan sejenisnya.  

Menurut kami, ini kurang adil karena tidak menyertakan penghapusan PPN buku dan PPH royalti penulis. Kenapa? Karena buku-buku juga merupakan hasil kesenian dalam bidang sastra yang sesungguhnya jauh lebih penting daripada kontes kecantikan atau kelab karaoke.

Sebuah bangsa yang cerdas dan maju memiliki tingkat literasi yang tinggi, maka dari itu sudah sepatutnya pemerintah mendukung kemajuan literasi di Indonesia dengan menghapus PPN buku dan PPH royalti penulis.

Dengan begitu, harga buku akan lebih murah sehingga lebih banyak orang yang menulis, membeli, serta membaca buku. Ini akan meningkatkan literasi di Indonesia yang penting untuk kecerdasan masyarakat. 

Dalam proses pembuatan sebuah buku, penulis harus bekerja keras untuk menghasilkan karya berkualitas. Bahkan banyak yang harus melakukan research terlebih dahulu, dan kadang itu tidak murah. Tetapi hasil dari royaltinya harus dipotong PPH sebesar 15%. Selain itu, masih ada PPN buku sebesar 10%, juga pajak yang dikenakan penerbit sebesar 1%.

Sekilas mungkin ini hanya masalah kecil tentang pajak, tetapi sebenarnya justru inilah salah satu faktor lemahnya literasi di Indonesia. Banyak orang takut menjadi penulis karena akan hidup miskin, banyak orang malas membeli buku karena mahal. 

Kami harap petisi ini sampai di tangan Bapak Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan dapat dikabulkan.



Hari ini: Ali mengandalkanmu

Ali Muakhir membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Menkeu Bambang Brodjonegoro, Hapus PPN Buku dan PPH Royalti Penulis. @KemenkeuRI". Bergabunglah dengan Ali dan 2.896 pendukung lainnya hari ini.