Ringankan beban UKT kami

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Ditengah permasalahan pandemi COVID-19, serta turunnya ekonomi masyarakat sehingga menyebabkan daya beli menjadi menurun. Ekonomi yang saat ini tengah mati dimakan pandemi menyebabkan keterpurukan ekonomi seluruh masyarakat.

Merujuk pada Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 pada Satuan Pendidikan, dan Nomor 36962/MPK.A/HK/2020, maka kegiatan belajar mengajar pun dilakukan secara daring dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19). Selama kuliah online (kulon) mahasiswa dan dosen diminta untuk melakukan kegiatan belajar menggunakan aplikasi berbasis internet. Sehingga tidak terjadi tatap muka secara  langsung.

Ketika fasilitas di kampus tidak lagi digunakan dan mahasiswa harus merogoh kocek lebih untuk tetap mengikuti perkuliahaan, tetapi MENDIKBUD tidak melakukan pembahasan mengenai Uang Kuliah Tunggal (UKT). Mahasiswa tetap dijadikan sapi perah oleh kampus dengan membayar penuh UKT untuk memuaskan bisnis bernama Kampus. Pembayaran UKT secara penuh sangatlah tidak relevan ditengah terjadinya krisis pandemi.

Oleh sebab itu kami Mahasiswa menuntut untuk adanya pembahasan mengenai penurunan UKT oleh KEMDIKBUD.

#NadiemManaMahasiswaMerana