Revitalisasi Aksi Keselamatan Jalan: Stop Jalan Berlubang

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Petisi Revitalisasi Aksi Keselamatan Jalan: Stop Jalan Berlubang !

Buktikan Kota Wisata Pandeglang Bukan Ilusi

#Saatnya_Bertindak

 

Innalillahi wainnailaihi raaji’un...

Sahabat Saeful Bahri guru Sekolah Dasar di Pandeglang, penggiat komunitas Smart Student Indonesia dan mantan Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah periode 2014-2016 yang wafat akibat kecelakaan terjatuh dari motor karena menghindari lubang jalan di daerah Cisata – Pandeglang pada pukul 9 pagi Jumat, 6 April 2018, saat beraktivitas untuk kegiatan sekolahnya sebagaimana tersiar dalam http://muhammadiyah.or.id/id/news-13650-detail-alami-kecelakaan-kader-ipm-banten-tutup-usia.html mengusik kesadaran betapa pentingnya Aksi Keselamatan Jalan sebagaimana Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4/2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan yang merupakan respon atas Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa Nomor 64/255 tanggal 10 Maret 2010 tentang Improving Global Road Safety melalui Program Decade of Action for Road Safety 2011-2020.

 

Keselamatan merupakan prinsip dasar penyelenggaraan transportasi berbasis SEE (Safety and Security, Efficiency dan Equity). Berdasarkan laporan Kepolisian Republik Indonesia, pada tahun 2010 saja, saat Program aksi Keselamatan Jalan dicanangkan,  jumlah kematian akibat kecelakaan telah mencapai 31.234 jiwa, yang artinya dalam setiap 1 jam terdapat sekitar 3 – 4 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas jalan.

 

Permasalahan keselamatan jalan tidak hanya dihadapi dalam skala lokal dan nasional saja, tetapi juga menjadi masalah global. Setiap tahun, terdapat sekitar 1,3 juta jiwa meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, atau lebih dari 3.000 jiwa per harinya. Jika tidak ada langkah-langkah penanganan yang segera dan efektif, diperkirakan korban kecelakaan akan meningkat dua kali lipat setiap tahunnya. World Health Organization (WHO) PBB telah mempublikasikan bahwa kematian akibat kecelakaan di jalan merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi.

 

Semangat Decade of Action for Road Safety 2011-2020 sejalan dengan amanat UU No. 22/ 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan untuk menyusun Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan. Tanggal 11 Mei 2011 merupakan tanda diawalinya “ Aksi Keselamatan Jalan Indonesia 2011-2020 yang menargetkan penurunan tingkat kecelakaan dengan semboyan SAATNYA BERTINDAK !

 

Masyarakat secara individu dan secara kelompok dibutuhkan dukungannya dalam Aksi Keselamatan Jalan Indonesia 2011-2020. Masyarakat adalah pengguna jalan dan keselamatan jalan hanya dapat ditingkatkan oleh pengguna jalan, khususnya di Kabupaten Pandeglang yang konon merupakan kota wisata.

 

Untuk itu musibah yang menimpa sahabat dan saudara kita alm. Saeful Bahri tak lama dari perayaan HUT Kabupaten Pandeglang ke-144 menyadarkan kita untuk segera bertindak bersama dan menuntut khususnya kepada Pemprov Banten dan Pemkab Pandeglang untuk :

1.    Melaksanakan amanat UU No.38/2004 Tentang Jalan; UU No.22/2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; PP No.34/2006 Tentang Jalan; Resolusi PBB No 62/255 tentang Improving Global Road Safety

 

2.    Mendesak Pemprov Banten dan Pemkab Pandeglang melaksanakan amanat UU No.38/2004 khusunya Pasal 2 bahwa Penyelenggaraan jalan berdasarkan pada asas kemanfaatan, keamanan dan keselamatan, keserasian, keselarasan dan keseimbangan, keadilan, transparansi dan akuntabilitas, keberdayagunaan dan keberhasilgunaan, serta kebersamaan dan kemitraan. Bahwa Penyelanggaraan Jalan di wilayah Kabupaten Pandeglang harus berdasarkan Asas Keselamatan berkenaan dengan kondisi permukaan jalan dan kondisi geometrik jalan.

 

3.    Mendesak Pemprov Banten dan Pemkab Pandeglang melaksanakan amanat UU No. 22/2009 khususnya :

a.      Pasal 203 bahwa Pemerintah bertanggung jawab atas terjaminnya Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan juncto Pasal 24 ayat (1) Penyelenggara Jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki Jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas; ayat  (2) Dalam hal belum dapat dilakukan perbaikan Jalan yang rusak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), penyelenggara Jalan wajib memberi tanda atau rambu pada Jalan yang rusak untuk mencegah terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas.

b.      Pasal 273 ayat (1) Setiap penyelenggara Jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki Jalan yang rusak yang mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) sehingga menimbulkan korban luka ringan dan/atau kerusakan Kendaraan dan/atau barang dipidana dengan penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah); ayat  (2) mengakibatkan luka berat, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah; ayat (3) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp120.000.000,00 (seratus dua puluh juta rupiah); ayat (4) Penyelenggara Jalan yang tidak memberi tanda atau rambu pada Jalan yang rusak dan belum diperbaiki sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah).

 

4.    Mendesak Pemprov Banten dan Pemkab Pandeglang segera memperbaiki seluruh jalan yang rusak khususnya jalan berlubang yang memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas

 

5.    Mendesak Pemprov Banten dan Pemkab Pandeglang membentuk “Komite Aksi Keselamatan Jalan” sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Semoga Petisi ini meruapakan ibadah kita ke arah perbaikan, kebaikan dan keberkahan, sehingga “Pandeglang Berkah” tidak sekedar slogan. Allahu’alam.

 

 

Pandeglang, 8 April 2018

Kampus Hijau Universitas Mathla’ul Anwar

 

 

Ir. Chairul Razak, ME

Dosen Rekayasa Lalulintas Teknik Sipil UNMA

NIDN 0401027402

HP. 087756175648, 08561063191



Hari ini: Chairul mengandalkanmu

Chairul Razak membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "ME: Revitalisasi Aksi Keselamatan Jalan: Stop Jalan Berlubang". Bergabunglah dengan Chairul dan 187 pendukung lainnya hari ini.