KRISIS AKHLAK

KRISIS AKHLAK

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.
Dengan 100 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin ditampilkan di halaman rekomendasi!
Irawati Riris memulai petisi ini kepada Pemerhati Masalah Anak dan

Indonesia krisis akhlak!


Dalam beberapa tahun belakangan rakyat Indonesia mengalami degradasi akhlak. Penurunan akhlak ini terpampang jelas di media sosial dan Youtube. Umpatan dan kata kata kasar bukan lagi menjadi hal yang tabu untuk diungkapkan di ruang publik. Perangai dan watak yang buruk tidak lagi menjadi hal yang perlu ditutupi. Kebebasan berbicara memang menjadi hak semua orang tapi hendaknya kebebasan tersebut dilakukan secara bertanggung jawab.


Penurunan akhlak ini ternyata terjadi tidak hanya pada golongan tertentu tapi pada hampir semua lapisan masyarakat termasuk politisi, guru, dosen, PNS dan bahkan sampai ke ulama!


Ya, ulama! Meski berat menyebutnya namun inilah kenyataan pahit yang sedang kita alami di negara ini. Ulama yang diharapkan sebagai motor perbaikan akhlak generasi penerus bangsa turut serta memperburuk keadaan. Kita disuguhkan dengan ceramah ceramah yang kasar dan provokatif. Ulama yang diharapkan menjadi penyejuk rohani rakyat yang sedang gersang ikut berlomba mempertontonkan kekerasan verbal melalui ceramah dan dakwah!


Berulang kali kita menyaksikan ulama menyulut kebencian dengan kata kata kasar di berbagai tempat suci dan di peringatan hari suci! Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa Majelis Ulama Indonesia diam seribu bahasa melihat fenomena yang sudah terjadi selama bertahun tahun ini? Bukankah MUI yang berfungsi sebagai polisi moral semestinya resah melihat kondisi ini? 


Sebagai orang tua yang mengkhawatirkan perkembangan jiwa, sosial dan akhlak generasi penerus bangsa kami resah melihat ketidakpedulian MUI atas akhlak masyarakat yang meluncur turun secara drastis! 


Tidak hanya MUI, Komisi Perlindungan Anak juga bungkam seribu bahasa ketika melihat anak anak dan remaja kita mengalami kekerasan verbal di tempat tempat ibadah dan di peringatan hari suci. Akhlak serta budi pekerti yang dulu kita agung agungkan kini seakan akan sudah tidak penting lagi.


Berangkat dari keresahan ini, kami memohon 
dukungan dari teman teman, orang tua, dan semua kalangan yang peduli dengan masa depan anak anak Indonesia untuk bersama sama mendesak pemerintah melalui Kementerian Agama untuk proaktif menangani masalah degradasi akhlak ini, terutama yang berhubungan dengan kekerasan verbal yang masih dilakukan oleh banyak ulama saat berdakwah.

 

Kita juga mendesak pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk menertibkan ruang publik dari umpatan umpatan kasar yang banyak beredar di media sosial. Tanda tangan teman teman semua akan sangat berarti bagi perbaikan akhlak generasi penerus bangsa yang kita cintai ini. Ayo kita mulai memperbaiki akhlak, dimulai dari diri sendiri dan dari rumah sendiri.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.
Dengan 100 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin ditampilkan di halaman rekomendasi!