Tolak Tambang Batu Gamping di Kec. Mawasangka dan Kec. Mawasangka Tengah, Buton Tengah

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Masyarakat Desa Gundu-Gundu, Desa Gumanano, Desa Watorumbe, Desa Watorumbe Bata, Kelurahan Lakorua, Desa Lantongau, Desa Katukobari, Desa Morikana, dan Desa Lanto masuk dalam Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dengan luas, 4.905 Ha, masuk dalam Kawasan Cagar Budaya Buton Tengah yang harus dilindungi, dan Berbagai jejak-jejak sejarah lainnya, diantaranya ada Benteng La Saidewa di Desa Gumanano, Kampung Lama Pobaa tempat tinggal awal masyarakat Desa/Kelurahan (Katukobari, Lantongau, Morikana, Lakorua, Watorumbe dan Watorumbe Bata), situs budaya Wakambangura, Kampung Kooe, dan Kampung Kantolobea.

Situs-Situs Budaya/Cagar Budaya/Jejak Sejarah sebagaimana dimaksud pada dasarnya termasuk Hak Ulayat bagi Masyarakat yang ada di Desa-Desa Kecamatan Mawasangka dan di Desa-Desa Mawasangka Tengah. Sehingga Pihak PT. Diamond Alfa Propertindo dalam menyampaikan Pemanfaatan Tanah Ulayat, harus mengakomodir seluruh kepentingan Masyarakat yang ada di Desa-Desa Kecamatan Mawasangka dan di Desa-Desa Kecamatan Mawasangka Tengah

Luasan lahan 4.905 Ha didalamnya, banyak Carls Sumber Air yang ada didalam Goa, yang dapat tercemar Wadahnya, sebagai akibat penambangan dengan menggunakan bahan Peledak, serta mempengaruhi struktur Kadar Sumber Air dalam tanah, yang berhubungan dengan sumber mata air Kehidupan Masyarakat yang ada Desa-Desa tersebut yang masuk dalam Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). Aktifitas Penambangan Batu Gamping juga dapat mengakibatkan Polusi Udara pada saat Peledakan. Pengangkutan Batu Gamping menuju Pelabuhan. dapat mengganggu Aktifitas Jalan Umum, dan membuat Jalan Berdebu yang dapat mengganggu Kesehatan Masyarakat yang ada disekitar tambang.  Proses pemindahan Batu Gamping menuju Kapal/Tongkang pengangkutan, tidak menutup kemungkinan Air Laut disekitar pengangkutan tidak akan tercemar. Melainkan dimungkinkan akan tercemar, yang mengakibatkan Ekosistem/Habitat/Biota laut menjadi rusak, sehingga dapat merusak mata pencaharian dan sumber kehidupan masyarakat yang ada disekitarnya.