Saatnya Petani Makmur bersama Teknologi HARA!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Tahukah kamu sektor pertanian menyerap tenaga kerja terbanyak di Indonesia?
Di tahun 2017, BPS (Badan Pusat Statistik) mencatat bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang menyerap tenaga kerja terbanyak dengan angka 39,68 juta orang. Sektor pertanian menempati urutan nomor 1 yang menyerap tenaga kerja penduduk Indonesia dengan urutan sebagai berikut:

  1. Sektor pertanian (39,68 juta atau 31,68%)
  2. Sektor perdagangan (29,11 juta orang atau 23,37%)
  3. Jasa kemasyarakatan (20,95 juta orang atau 16,82%)

Namun, sektor pertanian masih mengalami berbagai masalah dan belum mendapatkan perhatian khusus. Apa yang sebenarnya terjadi pada sektor pertanian kita?
Seluruh elemen pertanian yang termasuk di dalamnya pemerintah, perbankan, pelaku industri dan masyarakat memiliki keinginan dan cita-cita yang sama, yaitu menciptakan ekonomi yang berkadilan bagi sektor pertanian. Namun, sektor pertanian masih mengalami berbagai masalah seperti (diolah dari berbagai sumber):

  1. Tingkat produksi padi Indonesia lebih rendah 14,5% dari Vietnam dan bahkan lebih rendah dibandingkan Jepang, Cina, Korea Selatan dan Australia.
  2. Biaya produksi padi paling tinggi di Asia. Biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan produksi padi di Indonesia 2,5 kali lebih tinggi dari Vietnam, 1,8 kali dari Thailand dan 1,2 kali dari Cina.
  3. Sistem mata rantai produksi dan distribusi yang tidak efisien mengakibatkan petani merugi rata-rata 20% dari total nilai panen yang dihasilkan.

Seluruh elemen bangsa ingin membantu, tapi mau mulai darimana?
Informasi pertanian dapat membantu berbagai stakeholder seperti petani, pemerintah, atau entitas swasta dalam memperoleh wawasan mengenai potensi dan hambatan yang dihadapi sektor pertanian. Sayangnya, sebagian besar informasi tersebut belum didokumentasikan dan dapat diakses rinci secara terbuka dengan teknologi yang memberikan keamanan dan transparansi akan penggunaan data yang ada.

Kenapa informasi sangat dibutuhkan sebagai awal penguatan sektor pertanian?
Dimulai dengan informasi, semua dapat berpartisipasi untuk membantu menguatkan sektor pertanian dengan mudah. Informasi pertanian dapat membantu berbagai stakeholder seperti petani, pemerintah, atau entitas swasta dalam memperoleh wawasan mengenai potensi dan hambatan yang dihadapi sektor pertanian. 

Inilah yang menjadi alasan utama bagi HARA untuk berupaya menyediakan sarana pertukaran data dengan memanfaatkan teknologi Blockhchain
HARA adalah platform pertukaran data berbasis Blockchain dari Indonesia yang bergerak di sektor pangan dan pertanian. Teknologi Blockchain pada HARA menciptakan aksesibilitas bagi semua pihak dalam ekosistemnya untuk mengakses data yang terdesentralisasi untuk menciptakan ekonomi yang efisien dan berkelanjutan.

HARA hadir untuk menyediakan sarana pertukaran data dengan memanfaatkan teknologi Blockchain bagi seluruh pelaku industri pertanian, mulai dari petani, bank, pemasar, perusahaan asuransi, serta credit scoring. HARA menyediakan data yang terdekat (near-time data) yang dinilai akan sangat berharga untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi kerugian dan menciptakan efisiensi pasar.

HARA telah menggerakkan roda perekonomian pertanian di berbagai daerah Indonesia
Sejauh ini, HARA telah melakukan pilot project di berbagai desa dan kecamatan yang tersebar di lima kabupaten Indonesia, yakni:

  1. Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat;
  2. Bima, Nusa Tenggara Barat;
  3. Kupang, Nusa Tenggara Timur;
  4. Situbondo, Jawa Timur dan;
  5. Bojonegoro, Jawa Timur.

Dari berbagai lokasi tersebut, HARA telah menjalin hubungan kerja sama dengan sekitar sepuluh ribu petani sebagai penyedia data di ekosistem HARA. Untuk kedepannya, HARA menargetkan hingga 75.000 petani pada akhir tahun 2018 dan 2 juta penyedia data di berbagai negara pada tahun 2020.

Keamanan dan transparansi data terjaga dengan teknologi Blockchain
HARA percaya bahwa keterbukaan informasi akan data pertanian akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi petani dan juga seluruh pelaku industri pertanian untuk dapat berinteraksi dan bertransaksi lebih efektif dan efisien. Dan untuk menjaga keamanan dan transparansi data, HARA menjawab permasalahan ini dengan teknologi Blockchain yang memberikan jaminan keamanan dan transparansi bagi setiap data yang ada dalam ekosistem HARA.

Hingga saat ini, HARA telah bekerjasama dengan berbagai institusi yang telah bergerak dalam industri pertanian di berbagai wilayah Indonesia seperti BNI, PRISMA, HEXA Agro, BOI Research, IJHOP4, Bank BTPN, African Business Institute, Asuransi Parolamas, Universitas Muhammadiyah Gresik dan lainnya.

Ayo bantu kami dengan mengenalkan HARA kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa petani Indonesia akan segera merasakan manfaat teknologi untuk ekonomi yang berkeadilan!



Hari ini: HARA Technology mengandalkanmu

HARA Technology membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "masyarakat: Saatnya Petani Makmur bersama Teknologi HARA!". Bergabunglah dengan HARA Technology dan 8 pendukung lainnya hari ini.