Mendukung Kampanye 'Cintailah Produk-Produk Indonesia'

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Indonesia merupakan negara dengan berbagai macam produk. Namun produk yang diproduksi di dalam Indonesia mulai tergantikan dengan produk luar negeri. Indonesia adalah negara yang memiliki banyak pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, terdapat 59,2 juta pengusaha kategori tersebut. Mengacu pada data tersebut, kurang lebih dua dari sepuluh orang Indonesia adalah pengusaha.

Keberadaan UMKM sangat membantu perekonomian Indonesia, mengacu ke Data Kementerian Keuangan, UMKM menyumbang Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sampai dengan 60,34 persen. Data ini dipublikasikan oleh Liputan 6 pada pertengahan tahun.

Pentingnya UMKM juga didukung pengakuan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani pada tahun 2018, bahwa UMKM telah menyerap 96% tenaga kerja di Indonesia. Di mana menurut Badan Pusat Statistik, jumlah angkatan kerja di Februari 2018 adalah sebanyak 133,94 juta orang. Bayangkan saja, tanpa kehadiran UMKM ratusan juta penduduk akan kehilangan pekerjaan mereka. Keluarga mereka pun dapat terkena dampak yang tidak baik di bidang kesehatan maupun edukasi, karena dengan menganggur, mereka tidak akan sanggup membiayai kebutuhan-kebutuhan mereka.

UMKM inilah yang memproduksi suatu produk ataupun jasa. Produk dan jasa inilah yang ditawarkan mereka kepada penduduk Indonesia sebagai konsumen utama mereka. Hal ini karena usaha kecil biasanya tidak memiliki kapasitas untuk memproduksi banyak produk maupun melayani dengan armada pelayanan yang memadai. Oleh sebab itu menjual produk ataupun jasa langsung ke luar negeri bukanlah menjadi pilihan yang pertama, karena potensi pasar di Indonesia sendiri sudah menjanjikan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya jumlah penduduk di Indonesia yakni sebesar 265 juta orang pada tahun 2018 sendiri. Penduduk inilah yang nantinya dipakai sebagai sumber penghasilan para pelaku UMKM.

Tujuan penulisan petisi ini adalah untuk memaparkan pentingnya mencintai produk-produk maupun jasa yang dirumuskan oleh pengusaha di dalam negeri. Mencintai pada konteks ini adalah memprioritaskan pembelian produk maupun penggunaan jasa dalam negeri selama hal tersebut tersedia, kecuali jika produk maupun jasa tersebut tidak tersedia di dalam negeri.

Pasal 33 UUD 1945 ayat (1); dan ayat (4)

1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan

4) Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

Dalam hal ini, perekonomian diartikan sebagai hal yang didirikan atas dasar kekeluargaan dan didirikan untuk mendukung kemajuan suatu bangsa. Itu sebabnya sebagai masyarakat kita perlu mendukung perekonomian negara dengan cara mencintai produk-produk dan jasa yang disediakan oleh masyarakat Indonesia.