*Dengan Tegas Menolak Lukman SEBAGAI SULTAN SEPUH KASEPUHAN Cirebon XV Bukan DZURIAH SGJ*

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Pengukuhan Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon menuai banyak penolakan dari berbagai pihak, karena Luqman Zulkaedin dinilai bukan merupakan trah dari Kanjeng Sinuhun Sunan Gunung Jati, bahkan hampir seluruh keluarga Kesultanan Cirebon menolak Luqman Zulkaedin menjadi Sultan Sepuh XV.

Santana Kesultanan Cirebon (SKC), bersama para keturunan Kanjeng Sinuhun Sunan Gunung Jati beserta para Ulama dan Habaib, membuat Piagam Deklarasi tertanggal 14 Agustus 2020, yang berisi penolakan terhadap Luqman Zulkaedin menjadi Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan.

Dalam Piagam Deklarasi tersebut berisikan 8 (delapan) point, yang pada intinya yakni :

(1) Nasab Sdr. Arief Natadiningrat yang diangkat menjadi Sultan Sepuh XIV tidaklah sah karena tidak bernasabkan kepada eyang Syekh Syarif Hidayatullohh, akan tetapi Nasabnya terputus dari Sultan Sepuh XII Alexander Rajarajaningrat.

 

(2) Sudah cukup 3 (tiga) generasi menikmati tahta dan kehidupan sebagai Sultan Sepuh yang bukan merupakan garis keturunan Kanjeng Sinuhun Sunan Gunung Jati, terhitung dari Sultan Sepuh XII, Sultan Sepuh XIII, Sultan Sepuh XIV

 

(3) Tugas Sultan Sepuh adalah melakukan dakwah dan syiar Islam, memakmurkan tajug-tajug, mendorong kemajuan pesantren, dan membanuan perekonomian masyarakat Cirebon, sedangkan (alm) Arief Natadiningrat tidak menjalankan secara serius tugas tersebut akan tetapi lebih sering menjalankan aktifitas kepentingan pribadinya, aktif di panggung politik bahkan pernah duduk disalah satu partai besar Indonesia.

 

(4) Oleh karena itu kami menolak dengan keras penobatan Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon.

 

(5) Kami menghendaki agar penentuan pemegang jabatan atau gelar sebagai Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan agar dilakukan secara kekeluargaan dengan cara bermusyawarah

 

(6) Apabila keluarga menolak persyaratan sebagaimana dimaksud pada butir (4) diatas dan tetap bersikeras melakukan penobatan akan kami tentang dan lawan dengan tegas, kami akan membuka permaslahan ini secara luas dan membawa kasus ini kedalam ranah hukum

(7) Kita semua sebagai keturunan para leluhur pendiri Cirebon harus bersatu, guyub, saling sayang menyayangi, dan menjadi suri tauladan yang baik

(8) Deklarasi ini disampaikan secara terbuka untuk diterima dan dipahami seluruh wargi keturunan Kesultanan Cirebon, Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, Keraton Kanoman Keraton Kaprabonan, masyarakat Cirebon, Keluarga Kesultanan Banten, Kerajaan dan Kesultanan di Indonesia, serta Pemerintah Republik Indonesia.

"tradisi di Keraton Kasepuhan telah berbelok jauh pasca Sultan Sepuh V Pangeran Muhammad Syaifudin Matangaji mangkat. Sultan Sepuh V yang dikenal pula dengan sebutan Pangeran Matangaji disebut-sebut meninggal setelah dijebak dan dibunuh pemerintah Belanda."

"Mereka (Belanda) mengajak (Pangeran Matangaji) berunding, ternyata ditembak. Hanya, Pangeran Matangaji tidak tewas (ditembak), tapi kemudian dieksekusi dari belakang dengan kerisnya sendiri," tuturnya.   Pangeran Matangaji dieksekusi oleh Ki Muda dari Talaga, paman Pangeran Matangaji dari garis ibu. Oleh pemerintah Belanda ketika itu, Ki Muda lantas diangkat sebagai polmak.   Pengangkatan itu, lanjutnya, menyalahi aturan keraton karena Ki Muda bukan keturunan sultan. Tahta sultan seharusnya diberikan kepada adik Pangeran Matangaji, yani Pangeran Suryanegara.

Sumber:

https://www.ayocirebon.com/read/2020/08/08/6174/pusaran-sejarah-peteng-dan-desakan-pengembalian-trah-sunan-gunung-jati

https://www.radarcirebon.com/2018/03/20/%E2%80%8B%E2%80%8Bbabad-peteng-cirebon-the-gate-of-secret/

https://www.rakyatcirebon.id/filolog-ungkap-sejarah-peteng-keraton-kasepuhan-20200820.html

https://www.koranpemuda.com/2020/09/piagam-deklarasi-santana-kesultanan.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_peteng