Petition Closed
Petitioning Kabupaten Malang Bupati Malang Pak Rendra Kresna
This petition will be delivered to:
Kabupaten Malang
Bupati Malang Pak Rendra Kresna

Masyarakat miskin juga ingin sehat. Bupati Malang, aktifkan kembali Jamkesda!

Divonis gagal ginjal, Ilham Arrafi (19) tak bisa lagi sekolah. Ia harus bolak-balik cuci darah dengan layanan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Parahnya, layanan dihentikan RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Layanan akan dibuka kembali jika hutang dibayar oleh Bupati Malang.

Ilham hanya satu dari 68 warga miskin pasien gagal ginjal. Tanpa Jamkesda, cuci darah menelan biaya hingga 12,8 juta rupiah. Menunda cuci darah beresiko sangat besar. Bayangkan betapa terpukulnya mereka saat diberitahu layanan Jamkesda dihentikan 2 Juli lalu.

Jika pemerintah kabupaten Malang membayar hutang klaim Jamkesda sebesar 10 milliar, RSSA berjanji layanan Jamkesda dibuka kembali. Semakin cepat ini dilakukan, semakin cepat pula Ilham dan puluhan pasien gagal ginjal lainnya dapat kembali mendapatkan layanan kesehatan.

Paraf petisi ini untuk mendorong Bupati Malang untuk menyelesaikan hutang, sehingga puluhan pasien gagal ginjal mendapatkan kembali layanannya.

Untuk sementara ketua DPRD Kabupaten Malang mengalihkan pasien yang ditolak RSSA ke RS lain. Pasalnya, hanya RSSA yang memiliki fasilitas cukup memadai untuk cuci darah di Malang.

Dengan 1000 tandatangan, semoga Bupati Malang dapat tergerak untuk segera menyelesaikan hutang.

Dengan dukungan Anda, tidak hanya pasien gagal ginjal yang bisa ditolong tapi juga pasien pengguna Jamkesda lainnya.

Terima kasih!

Sumber gambar: http://finroll.com/baca/1676/apa-itu-cuci-darah-


Letter to
Kabupaten Malang Bupati Malang Pak Rendra Kresna
Saya baru saja menandatangani petisi berikut ini tertuju kepada:
Bupati Malang Rendra Kresna
----------------
Jamkesda harus tetap dibuka untuk masyarakat miskin di Malang

Divonis gagal ginjal, Ilham Arrafi (19) tak bisa lagi sekolah. Ia harus bolak-balik cuci darah dengan layanan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Parahnya, layanan itu kini dihentikan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Layanan akan dibuka kembali jika bupati malang membayar hutangnya pada RSSA.

Ilham hanya satu dari 68 warga miskin pasien gagal ginjal. Tanpa Jamkesda, cuci darah menelan biaya hingga 12,8 juta rupiah. Bayangkan betapa kecewanya mereka saat diberitahu layanan Jamkesda dihentikan 2 Juli 2012 lalu.

Jika pemerintah kabupaten Malang membayar hutang klaim Jamkesda sebesar 10 milliar, RSSA akan membuka kembali layanan Jamkesda. Ilham pun dapat kembali cuci darah, dan warga Kabupaten Malang dapat kembali mendapatkan layanan kesehatan.

Pak Bupati, tolong segera penuhi kewajiban Kabupaten Malang agar puluhan pasien gagal ginjal mendapatkan kembali layanannya.

Dengan dukungan Anda, tidak hanya pasien gagal ginjal yang bisa ditolong tapi juga pasien pengguna Jamkesda lainnya.

Terima kasih!