KAMPANYE SOSIAL "AYO BERANI BICARA"

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Kampanye Sosial Anti Bullying "Ayo Berani Bicara" Bagi Korban Bullying

Perbincangan tentang kekerasan yang terjadi di lingkungan pelajar merupakan suatu masalah sosial yang sudah ada sejak lama. Kekerasan antarpelajar ini sudah ada sejak tahun 1970. Di Indonesia fenomena kekerasan yang dilakukan oleh pelajar satu terhadap pelajar yang lain biasa disebut dengan bullying. Kata bullying sendiri merupakan kata serapan dari bahasa Inggris dan diartikan sebagai menggertak. Meskipun begitu, di Indonesia kata bullying biasanya dipakai untuk menggambarkan penindasan, pemalakan, maupun intimidasi. Bentuk bullying bisa dibagi menjadi tiga, yaitu fisik, verbal, dan psikologis. Pertama, bullying dalam bentuk fisik seperti menampar, memukul, maupun menendang. Kedua, yang termasuk dalam bentuk verbal adalah mengejek, mengancam, dan memanggil dengan sebutan yang buruk. Ketiga, adalah bullying secara psikologis atau indirect bullying, seperti mengintimidasi, mendiskriminasi, dan mengucilkan. 

Perilaku bullying merupakan suatu hal yang tidak asing di masyarakat. Banyak orang yang sudah mengetahuinya, dan bahkan menjadi pelaku maupun korban. Sampai sekarangpun bullying masih terjadi, terutama di lingkungan anak-anak dan remaja. Bullying merupakan tindakan menindas orang lain dengan cara fisik, verbal, maupun psikologis. Adanya perilaku bullying ketika seseorang merasa lebih kuat atau lebih berkuasa dari yang lain. Perilaku bullying ini sepertinya memberikan kepuasan bagi pelaku saat menindas korbannya. Pelaku bullying akan terus menindas korbannya, karena merasa korbannya tidak akan memberikan perlawanan. Di sisi lain, korban yang terus tertindas dapat menerima gangguan mental yang bisa mengganggu kegiatannya sehari-hari. Korban bullying bisa merasa takut ketika bertemu dengan pelaku, dan mungkin saja akan menghindar saat melihatnya dari jauh.

Selanjutnya, ketika korban terus menerima perilaku bullying dan tidak menyelesaikannya dengan meminta bantuan orang lain, korban dapat merasa tertekan. Korban bullying dapat menerima masalah psikologis seperti resah, stres, dan depresi. Terlebih lagi jika sudah terlalu parah, korban dapat mengalami masalah sosial yaitu tidak percaya dengan orang lain, tidak mau keluar dari zona nyaman, dan bisa mengalami truma. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran dan bantuan dari orang lain untuk membantu korban menyelesaikan masalah tersebut. Dengan bercerita kepada orang-orang terkedatnya, mereka bisa keluar dari masalah bullying.



Hari ini: Andrika mengandalkanmu

Andrika Putra membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Masyarakat: KAMPANYE SOSIAL "AYO BERANI BICARA"". Bergabunglah dengan Andrika dan 66 pendukung lainnya hari ini.