Menuntut permohonan maaf atas pernyataan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Saya mewakili masyarakat khususnya di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara menuntut permohonan maaf dari Menteri Hukum dan HAM, Prof. Yasonna Hamonangan Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D. Karena dalam pernyataannya di 'Resolusi Pemasyarakatan 2020 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS)' di Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, Kamis (16/1/2020) Yang saya kutip dari situs berita web Detik.com berikut link dan kutipan berita tersebut:

https://m.detik.com/news/berita/d-4861398/yasonna-di-tanjung-priok-lahir-kriminal-dari-kemiskinan-menteng-tidak

 "Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas (daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan"

Pernyataan dari seorang pejabat negara, apalagi beliau adalah seorang Menteri Hukum dan HAM sangat lah tidak etis dan melukai sebagian besar masyarakat Jakarta Utara, khususnya di wilayah Tanjung Priok.