Jangan Menyebar Berita Hoaks yang Memicu Perselisihan

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Pada era sekarang, kita semua dapat tercemar dengan namanya hoaks. Hoaks adalah informasi palsu, berita bohong, atau fakta yang diplintir atau direkayasa untuk tujuan lelucon hingga serius. Dengan kemajuan teknologi yang sekarang terjadi di Indonesia, kami dapat memberikan informasi yang positif kepada masyarakat ataupun informasi yang berdampak negatif kepada masyarakat. Informasi tersebut tidak dapat difilter dengan baik dan akan sangat disayangkan apabila informasi yang dikeluarkan itu salah ataupun kurang akurat. Hoaks adalah hal yang mudah untuk tersebar dan membuat sebuah kontroversi di masyarakat, oleh karena itulah informasi yang diberikan kepada masyarakat mengenai berita tidak akan memicu perselisihan.

Kami selaku siswa dan siswi tingkat SMA, mengangkat topik ini sebagai hal yang wajib diwaspadai karena sering tersebarnya kabar bohong atau hoaks yang disebarkan oleh masyarakat Indonesia melalui media sosial maupun dalam sebuah komunitas. Komunikasi melalui media sosial pun menjadi cara yang efektif untuk berkampanye dan menyebarkan berita hoaks sehingga medsos dipandang sebagai platform untuk tempat perang opini. Hal ini disebabkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan memiliki tujuan untuk memanaskan suasana serta menjatuhkan salah satu pihak, oleh karena itu kami sebagai pemuda-pemudi Indonesia ingin merubah kebiasaan masyarakat Indonesia.


Semua peristiwa yang terjadi di negara ini ditetapkan oleh undang-undang dan Undang-Undang Dasar (UUD) yang dirancang oleh para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan akan disetujui oleh Presiden Republik Indonesia. Undang-Undang tersebut dapat memastikan bahwa perkembangan negara dapat berjalan dengan lancar. Dengan adanya berbeda-beda kelompok masyarakat di Indonesia, kepolisian kembali mengingatkan agar masyarakat tidak menyebar hoaks dan ujaran kebencian. Pidana penjara 6 tahun serta denda Rp 1 miliar siap menanti bagi siapapun pelakunya. Oleh karena itu masyarakat perlu pendidikan untuk masyarakat terkait penyebaran pesan baik lewat dunia maya atau dunia nyata yang berkonten hoaks atau ujaran kebencian. Para pembuat atau penyebar hoaks serta ujaran kebencian bisa dijerat dengan Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik dan terancam hukuman 6 tahun penjara hingga denda sampai Rp 1 miliar.


Landasan Petisi ini berdasarkan undang-undang sebagai berikut:

Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008

tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

Pasal 28

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946

tentang Peraturan Hukum Pidana

Pasal 14

(1) Barangsiapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.

(2) Barangsiapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, sedangkan la patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun.

Pasal 15

Barangsiapa menyebarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga bahwa kabar demikian akan atau sudah dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi, tingginya dua tahun.


Masyarakat Indonesia yang peduli adalah masyarakat Indonesia anti-hoaks. Kita sebagai masyarakat Indonesia berhak mengetahui, tetapi bukan mengetahui kebohongan yang membodohkan. Penyebaran hoaks memperselisihkan masyarakat dengan kebohongan. Sangat banyak masyarakat Indonesia yang membaca informasi-informasi yang didapatkan melalui berbagai tempat (Online, ceramah, pidato, iklan, dll) tanpa memeriksa kembali kebenaran dari informasi tersebut. Pemikiran masyarakat Indonesia untuk mengatasi hoaks harus lebih teliti dan tidak asal menyebarkan kebohongan kepada orang lain. Dengan mengisi petisi ini, anda berarti ingin memberhentikan kesalahpahaman, kebohongan, kebencian dan fitnahan, yang dapat memperselisihkan masyarakat Indonesia. Apakah anda setuju?



Hari ini: keisha mengandalkanmu

keisha samira membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Masyarakat Indonesia: Jangan Membawa Berita Hoaks yang Memicu Perselisihan". Bergabunglah dengan keisha dan 235 pendukung lainnya hari ini.