Dukungan RUU-PKS

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


YESS KAMI PEDULI!!!

          Semakin bertambahnya jumlah Kekerasan Seksual yang terjadi di dalam kehidupan bermasyakat saat ini tidak hanya wanita tetapi pria dan anak-anak juga menjadi korban kekerasan seksual, kekerasan seksual kini tidak hanya secara fisik atau langsung tetapi juga dapat melalui dunia siber, akhir tahun 2017 lalu tercatat terdapat 65 kasus yang dilaporkan ke Unit Pengaduan untuk Rujukan (UPR) Komnas Perempuan.

          Undang-Undang yang ada di RUU PKS dibuat sebagai sebuah upaya mendekatkan akses keadilan bagi korban, melalui suatu paradigma baru yang menjamin masyarakat bebas dari kekerasan seksual dan menciptakan proses hukum yang lebih merangkul korban dan memperhatikan haknya, RUU PKS mengajak kita untuk mengenal lebih dalam bentuk-bentuk kekerasan atau eksploitasi seksual yang bahkan tidak disadari kalau hal tersebut merupakan jenis kekerasan seksual yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat kita.

            RUU PKS kepanjangannya ialah Rancangan Undang – Undang Penghapusan Kekerasan Seksual. Rancangan undang – undang in digagas oleh Komisi nasional anti kekerasa terhadap perempuan (Komnas Perempuan). Rancangan ini digagas karena belakangan ini semakin banyak kasus kekerasan yang tercatat. Pada akhir tahun 2017 lalu tercatat terdapat 65 kasus yang dilaporkan ke Unit Pengaduan untuk Rujukan (UPR) Komnas Perempuan.

            Dalam rancangan undang – undang ini memiliki beberapa point penting yang ingin disampaikan mereka kepada masyarakat. Sebelum memasuki point penting pertama – tama tujuan dari pembuatan RUU PKS adalah untuk menciptakan paradigma baru yang menjamin masyarakat bebas dari kekerasan seksual, dan juga menciptakan proses hukum yang lebih merangkul korban dan memperhatikan haknya.

            Point penting yang pertama adalah pencegahan yang melibatkan masyarakat hingga tokoh adat, kemudian diatur pula kurikulum terkait kekerasa seksual dan pembangunan infrastruktur. Point berikutnya adalah terkait pemidanaan. Menurut RUU PKS ada sembilan bentuk kekerasan seksual yang disimpulkan dari pengalaman Komnas Perempuan selama menangani kasus kekerasan seksual.

            Namun, kenyataannya dalam prosesnya ada beberapa bagian orang yang menolak RUU ini karena mereka menganggap bahwa dengan RUU ini masyarakat jadi dilegalkan dalam masalah aborsi. Hal ini dikarena dalam RUU PKS dituliskan jika aborsi dilakukan secara pemaksaan atau tanpa persetujuan orang yang bersangkutan tidak boleh. Dalam konteks ini yang dilihat adalah “pemaksaan” jadi ada orang yang mengatakan “jadi aborsi diperbolehkan selama disetujui orang yang bersangkutan” namun kenyataannya sendiri sudah ada UU yang mengatur mengenai aborsi dalam Pasal 75 UU 36 / 2009 tentang kesehatan. Dalam UU ini dikatakan jika aborsi tetap tidak diperkenankan kecuali ada indikasi kedaruratan medis dan kehamilan pada korban pemerkosaan. Aborsi sendiri sudah memiliki UU namun yang ingin RUU PKS tekankan adalah hukuman kepada orang yang berusahan untuk memaksa seseorang melakukan aborsi padahal orang yang bersangkutan tidak ingin melakukan aborsi.

              Dengan adanya RUU PKS mereka berusaha untuk memberikan hukuman bagi mereka        orang – orang yang memaksakan orang lain melakukan kekerasan seksual. RUU PKS mengajak kita untuk mengenal lebih dalam bentuk-bentuk kekerasan atau eksploitasi seksual yang bahkan tidak disadari kalau hal tersebut merupakan jenis kekerasan seksual yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat kita.

            Petisi ini dimaksud sebagai dukungan dari penulis dalam menyetujui pembuatan RUU PKS yang telah ada draftnya. Hal ini karena menurut kami memang baik untuk memiliki undang – undang yang memberikan hukuman bagi para pemaksa kekerasan seksual. Namun kami juga menghibau agar adanya beberapa point yang dirombak kembali karena mungkin saja pada point tersebut memiliki maksud yang kurang dapat dipahami oleh masyarakat kedepannya, dan juga agar dapat meminimalisir perbedaan pendapat yang ditangkap oleh masyarakat.

          Maka dari itu kita harus menanamkan nilai-nilai sosial kedalam diri bangsa Indonesia sejak dini, memberikan seminar tentang nilai-nilai Sosial, mendukung Komnas Perempuan dalam penambahan point-point dalam RUU PKS, memberikan Seminar tentang kekerasan seksual.

          Ayoo... Peduli dengan bangsa kita! jadikan bangsa kita menjadi bangsa yang maju dan memiliki moral yang baik, saya percaya hal kecil yang kita lakukan (seperti mendukung petisi ini) akan membantu meningkatkan pengetahuan moral kepada masyarakat luas.

#YessWeAreCareAboutPKS

 Note: Sekian dan mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan karena ini berdasarkan pemahaman penulis

 

Sumber:

https://www.google.com/amp/s/m.kumparan.com/amp/@kumparanstyle/hal-hal-yang-perlu-diketahui-tentang-ruu-penghapusan-kekerasan-seksual-1550050688179490092

https://nasional.kompas.com/read/2019/02/07/07505691/ini-poin-penting-ruu-pks-menurut-penggagasnya

https://nasional.kompas.com/read/2019/03/14/15474071/komnas-perempuan-ada-yang-salah-memahami-definisi-ruu-pks

https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20181126110630-284-349231/menguak-data-jumlah-kekerasan-perempuan-tahun-ke-tahun

https://news.detik.com/kolom/d-4415917/polemik-ruu-pks-dan-perlunya-nalar-kritis