Mas @kaesangp: Bilang ke Pak @jokowi, Kembali Dengar Suara Rakyat, bukan Konglomerat!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Mas Kaesang Pangarep, bilang ke bapakmu, Pak Jokowi, jangan menjauhi rakyat dan berteman akrab dengan para jenderal pelanggar HAM, koruptor, konglomerat hitam dan politisi busuk.

Akhir-akhir ini, sepertinya Bapakmu, Pak Jokowi mulai menjauh dari rakyat. Dimulai dari pernyataannya untuk meminta menterinya tutup mata saat memberikan ijin investasi. Padahal banyak investasi yang merusak lingkungan hidup, seperti investasi di sektor kehutanan yang menyisakan kebakaran lahan dan asap yang menyesakan.

Bukan hanya soal ijin investasi, Bapakmu, Pak Jokowi nampaknya mulai tidak lagi mendengarkan aspirasi publik terhadap pemilihan pimpinan KPK dan penolakan rakyat terhadap revisi UU KPK. Bapakmu justru merestui itu semua.Padahal sebelumnya Bapakmu berjanji di kampanye pilpres akan memperkuat KPK, bukan memperlemah KPK.

Mas Kaesang, bilang ke Pak Jokowi, bila bapak, terus menjauh dari rakyat maka rakyat akan meninggalkannya. Bukankah Pak Jokowi dipilih menjadi presiden oleh rakyat? Apa jadinya bila presiden yang dipilih rakyat itu ditinggalkan oleh rakyatnya?

Mas Kaesang, bilang ke Pak Jokowi untuk kembali dengarkan suara rakyat. Selami penderitaannya.

Mas Kaesang, bilang ke Pak Jokowi, untuk kembali menyelami penderitaan kaum tani yang tanahnya dirampas atas nama investasi.

Mas Kesang, bilang ke Pak Jokowi, untuk kembali menyelami penderitaan anak-anak di Sumatera dan Kalimantan yang tercekik kabut asap karena kebakaran lahan akibat pemberian ijin di sektor kehutanan yang ugal-ugalan. Jangan ulangi lagi menutup mata saat memberikan ijin investasi.

Mas Kaesang, bilang ke Pak Jokowi, untuk segera menemukan 13 orang aktivis yang hilang di 1998, mencari pembunuh Cak Munir dan menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu, sesuai janjinya dulu.

Mas Kaesang, bilang ke Pak Jokowi untuk memulai membuka mata hatinya kembali dan berhati-hati dengan para jenderal pelanggar HAM, koruptor, konglomerat hitam dan politsi busuk yang ingin berpesta pora sambil berak di atas kepala jutaan rakyat Indonesia atas nama investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Kenapa saya harus bikin petisi ke Mas Kaesang? Ya, karena mungkin mas Kaesang yang masih didengar suaranya oleh Bapak Jokowi. Suara saya dan rakyat jelata lainnya mungkin akan terbentur tembok-tembok istana yang megah. Jadi, tolong bilang ke Bapak Jokowi, jangan terlalu lama menjauhi rakyat.