Mari Dukung Upaya Promosi Pariwisata Serentak se-Sulawesi Selatan

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Pemangkasan tarif batas atas sebesar 12-16 persen tak bisa serta merta menyeret turunnya harga tiket pesawat yang dibeli penumpang maskapai. Alasannya sederhana, penurunan tarif batas atas cuma berlaku bagi maskapai dengan pelayanan penuh atau full service, seperti Garuda Indonesia dan Batik Air.

Sementara, tarif batas atas untuk maskapai penerbangan tarif rendah (low cost carrier/LCC), seperti Lion Air dan Citilink Indonesia, tidak turun. Maskapai LCC ini hanya diimbau untuk mematok harga penjualan tiket pesawat sekitar 50 persen dari tarif batas atasnya. 

Permasalahan ini menjadi tantangan bagi pengembangan promosi pariwisata di sejumlah daerah di Indonesia termasuk 24 Kabupaten/Kota yang tersebar di Sulawesi Selatan.

Tingginya biaya transportasi ini telah menyebabkan beban tersendiri bagi pelaku industri kepariwisataan daerah. Sehingga biaya produksi paket wisata daerah menjadi high cost.

Pelaku biro perjalanan wisata, industri perhotelan, tempat rekreasi atau hiburan, pelaku umkm seperti pedagang souvenir hingga kuliner lokal sulit berkembang. Akibat tren angka kunjungan wisatawan domestik yang terus menurun.

Untuk itu pelaku kepariwisataan daerah bersama pemerintah daerah perlu melakukan inovasi dan pengembangan strategi promosi daerah. Gerakan promosi bersama  24 Kabupaten/Kota se-Sulsel perlu terintegrasi dan terstruktur.

Melalui koordinator promosi pariwisata daerah yang diatur dalam amanat UU. No. 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. Maka Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Provinsi Sulawesi Selatan mewakili lima unsur yakni Akademisi, Business, Community, Government dan Media memdukung gerakan promosi pariwisata serentak 24 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan.