Stadion yang Dirindukan PSM Makassar

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Seperti yang kita ketahui, stadion merupakan sebuah identitas penting bagi sebuah klub sepakbola selain juga suporter. Banyak klub sepakbola dunia yang memiliki stadion megah nan ikonik yang menjadi kebanggan maupun sarana menggetarkan nyali lawan.

Namun, bagaimana apabila sebuah tim, apalagi yang dilabeli tim raksasa seperti PSM Makassar dengan suporternya yang ikonik, tidak memiliki stadion yang bisa dibanggakan dan bahkan kerap berpindah kandang? Tentunya hal itu sangat memilukan.

Lihat saja PSM Makassar, tim tertua dan legendaris itu terpaksa harus "LDRan" dengan suporter tercintanya sepanjang gelaran AFC Cup 2019. Tim Juku Eja terdepak dari markasnya Stadion Andi Mattalatta Mattoangin lantaran tak lolos verifikasi. Ganjarannya, tim yang sudah ada sejak 1915 itu harus memindahkan markasnya ke Stadion Pakansari, Bogor.

Bagi PSM, menjadi tim musafir bukan hal baru. Pada LSI 2014, Juku Eja terpaksa bermarkas di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, karena stadion yang menjadi markas dinilai tidak layak pakai.

Dampaknya, warga Kota Makassar khususnya suporter kehilangan hiburan lantaran tak dapat menyaksikan langsung laga kandang jagoannya.

Beragam masalah lain pun tak kunjung selesai. Mulai dari permasalahan antara Manajemen dan Yoss, begitupula sengketa lahan Stadion Mattoangin antara Yoss dan Pemrov Sulsel yang tak kunjung menemukan jalan tengah.

Jika ini terus berlarut, gelaran Liga 1 2019 dan tahun-tahun berikutnya, kita akan kembali patah hati lantaran tim kesayangan kita harus pindah markas.

Solusi harus segera dicari. Duduk bersama dan berdiskusi dengan kepala dingin harus segera kita fasilitasi antara semua pihak terkait. PSM Makassar tak boleh lagi menjadi tim musafir. Tak boleh jauh dari suporter dan harus kembali pulang ke rumah.