Sukmawati Sukarnoputri Menghina RASULULLAAH SAW;TUNTUT MUI KELUARKAN FATWA PENISTAAN AGAMA

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


" Sekarang saya mau tanya ini semua, yang berjuang di abad 20 itu nabi yang mulia Muhammad, apa insinyur Sukarno ? Untuk kemerdekaan. Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau menjawab berdiri, jawab pertanyaan Ibu ini."

Begitulah kutipan pernyataan Sukmawati Sukarnoputri pada acara diskusi bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme' (11/11/2019)

Apa yang disampaikan Sukmawati pada acara tersebut sangat tidak tepat, tidak kontekstual dan sangat tidak ilmiah.
Lebih dari itu, pernyataan yang membandingkan sosok Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alayhi wa Sallam dengan Sukarno itu, justru akan menimbulkan ketersinggungan pada ummat Islam, karena dalam keyakinan Islam, tidak ada satupun sosok manusia yang sebanding dengan nabi.

Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alayhi wa Sallam merupakan manusia sempurna yang terpelihara dari kesalahan/dosa dan telah mengukir tinta emas sejarah dengan membebaskan segenap manusia dari segala bentuk penjajahan dan kebodohan. Ketokohan beliau pun telah diakui di seluruh dunia.
Sedangkan Sukarno, hanyalah tokoh lokal (Indonesia) yang perjalanan hidup dan perjuangannya masih banyak menimbulkan kontroversi, bahkan dalam literasi sejarah negara Indonesia sendiri.

Maka membandingkan kedua tokoh tersebut, sama sekali bukan merupakan perbandingan ilmiah, bahkan jelas-jelas menunjukkan sikap melecehkan atau merendahkan Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alayhi wa Sallam, apalagi dengan menyatakan bahwa beliau tidak memiliki peran atau kalah perannya pada era abad 20, saat perjuangan kemerdekaan negara Indonesia.

Merujuk bahwa "Penistaan agama _(blasphemy)"_ merupakan tindak penghinaan, penghujatan atau ketidaksopanan terhadap tokoh-tokoh suci, artefak agama, adat istiadat dan keyakinan suatu agama, maka pernyataan Sukmawati Sukarnoputri itu dengan jelas, terang benderang telah terkategorikan sebagai tindakan penistaan agama, karena melalui pernyataannya itu, Sukmawati Sukarnoputri dengan sengaja telah merendahkan sosok Nabi Muhammad Shallallaahu'Alayhi wa Sallam yang merupakan tokoh suci bagi ummat Islam.

Sukmawati Sukarnoputri sebelumnya juga pernah dilaporkan ke kepolisian atas kasus penistaan terhadap agama Islam, terkait puisinya yang berjudul 'Ibu Indonesia' yang dibacakan pada acara 29 tahun Anne Avantie Berkarya di JCC pada tahun 2018. Namun penyidik Bareskrim Mabes Polri menghentikan penyelidikan kasus tersebut.

Dengan perbuatannya yang berulang, meresahkan dan menyakiti hati ummat Islam, serta menodai kesucian agama yang mulia ini, maka ummat Islam mendesak agar MUI sebagai representatif ummat dan merupakan lembaga yang bertanggung jawab menjaga nilai-nilai Islam, segera mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan fatwa Penistaan Agama terhadap Sukmawati Sukarnoputri.