Stop Pelecehan dan Kekerasan Bagi Perempuan Papua

Stop Pelecehan dan Kekerasan Bagi Perempuan Papua

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


"Anggrek Hitam yang menawan di Persada Papua,Pesona Jati Dirimu anugerah Ilahi,Wajiblah diperdulikan oleh mahligai Dunia,,agar tak pudar corakmu" (Mama Beatrix Krey- Tokoh Perempuan Papua)

Berbicara tentang maju tidaknya suatu bangsa itu berarti bicara tentang maju tidaknya kaum peremmpuan didalamnya.

Pada hakekatnya  budaya dan adat istiadat Orang Papua sangat menghargai seorang  Perempuan. Perempuan Papua selalu diibaratkan Noken untuk melengkapi suku dan keluarganya.  Perkembangan zaman ,dan pemahaman modernisasi yang salah telah mengakibatkan pergeseran nilai untuk penghargaan bagi kaum perempuan Papua.

Solidaritas Perempuan Papua,Ikatan Perempuan Asal Sentani (IPAS),Ikatan Perempuan Tabati ,Ikatan Perempuan Enggros,Ikatan Perempuan Saireri  bersama 20 lebih Organisasi Perempuan Suku lainnya dan Organisasi pembela hak asasi manusia (HAM) di Papua kemudian tergabung dalam ALIANSI ANTI PELECEHAN DAN KEKERASAN BAGI PEREMPUAN PAPUA .Inisiatif ini dimulai untuk mengajak dan melakukan gerak bersama mengenai persoalan pelecehan verbal dan kekerasan bagi Perempuan di Papua.Ini manifestasi dari kesadaran bahwa ada banyak praktik pelecehan verbal dan kekerasan bagi perempuan yang makin sering terjadi di negeri cenderawasih ini. Aliansi ini secara spontan mulai bergerak, berawal dari suatu kasus salah posting di media sosial ,beberapa waktu lalu yang melecehkan harkat dan martabat perempuan Papua,dengan menyebutkan Perempuan Papua  "Pada Masa Jayanya adalah Piala Bergilir". Kalimat ini sangat melukai hati semua Perempuan Papua . Sebenarnya kasus pelecehan verbal seperti ini bukan satu-satunya yang pernah terjadi di masa kini bagi perempuan Papua . Makian,hinaan ,pukulan,penelanjangan,perkosaan sudah sering dialami oleh Perempuan Papua. Jika hal ini dibiarkan terjadi terus maka Pelecehan Verbal dan kekerasan bagi perempuan Papua bisa terus berulang karena masyarakat umum akan semakin mentolerir dan menganggap lazim tindakan  pelecehan verbal dan kekerasan bagi perempuan Papua. Hal ini harus dihentikan.   Pelecehan-pelecehan ini juga kemudian berdampak terciptanya image masyarakat umum non Papua baik laki-laki maupun perempuan untuk kemudian menganggap Perempuan Papua memiliki akhlak dan jati diri yang rendah dan kemudian tidak akan dihargai, hal ini sudah mulai terjadi dengan adanya postingan beberapa masyarakat non Papua yang dengan berani menertawakan perempuan Papua dalam bahasa postingannya di media sosial.Sekali lagi semua ini Harus Dihentikan,saat ini juga !.

Mari bantu sebarkan sebagai aksi solidaritas  untuk membantu aksi ini.

STOP PELECEHAN VERBAL DAN KEKERASAN BAGI PEREMPUAN PAPUA. !!!..