Petition Closed
Petitioning Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh & Pemerintah Kota Banda Aceh

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh & Pemerintah Kota Banda Aceh: Dukung Pendirian Bioskop Di Banda Aceh

Khawatir menjadi tempat maksiat, bioskop pun kini dilarang di Banda Aceh. Itulah realitas yang terjadi kini. Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menilai bahwa hadirnya gedung bioskop di Banda Aceh atau kota-kota lain di provinsi Aceh akan membuka ruang perbuatan maksiat yang akan merusak pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

Kota Banda Aceh dulunya sempat memiliki empat gedung bioskop yang kemudian aktifitasnya terhenti akibat konflik panjang yang terjadi di Aceh. Kini setelah Banda Aceh berhasil melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca musibah gempa dan tsunami, keinginan warga kota Banda Aceh untuk kembali memiliki gedung bioskop yang merupakan salah satu sarana publik bagi warga kota untuk menikmati hiburan film kembali mewacana.

Namun keinginan memiliki kembali gedung bioskop di Banda Aceh tidak mendapat persetujuan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh yang menilai bahwa kehadiran bioskop akan menjadi tempat maksiat yang akan merusak pelaksanaan syariat Islam.

Pendapat MPU Aceh mengenai buruknya bioskop bagi pelaksaan syariat Islam dirasa tidak tepat. Andai saja bioskop memang menjadi sarang maksiat, tentu bioskop-bioskop akan ditutup oleh pemerintah di seluruh Indonesia. Juga sangat naïf apabila menganggap seluruh film di bioskop berisi hal negatif dan berkonten pornografi, padahal banyak sekali film yang sangat inpiratif dan memiliki nilai edukasi. Dampak lain adalah hasil karya film akan lebih dihargai karena warga tidak membeli DVD bajakan seperti yang sekarang tumbuh subur di Banda Aceh yang salah satu sebabnya karena tidak adanya bioskop di Banda Aceh. Atau tidak ada lagi warga Banda Aceh/Aceh yang berbondong-bondong ke luar kota untuk menikmati fim-film Indonesia yang sangat inspiratif dan edukatif seperti yang terjadi beberapa bulan kemarin.

Karena kekhususan pelaksanaan syariat Islam di Aceh, kita mendukung film yang akan ditayangkan di bioskop tentu akan melalui penilaian dari pemerintah dan publik. Juga menginginkan adanya aturan dan sistem yang diatur dan dilaksanakan dengan baik agar kehadiran bioskop tidak menjadi tempat maksiat.
Sebagai warga kota Banda Aceh dan warga Negara Kesatuan Republik Indonesia, saya mengundang rekan-rekan semua untuk mendukung petisi ini, agar kota Banda Aceh dapat kembali memiliki gedung bioskop dan menikmati hiburan film seperti yang rekan-rekan rasakan di daerah tempat tinggal rekan-rekan sekalian.

Terima kasih banyak atas dukungannya terhadap petisi ini. Sila bubuhkan juga pendapat rekan-rekan tentang hal positif/negatif mengenai bioskop di bagian komentar agar menjadi masukan bagi kita terutama instansi terkait.

Letter to
Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh & Pemerintah Kota Banda Aceh
Dukung Pendirian Bioskop Di Banda Aceh