STOP PERADILAN OLEH MASSA (Trial by The Mob)

0 have signed. Let’s get to 100!


STOP PERADILAN OLEH MASSA

Kasus Ahok sudah selesai. Namun, banyak hal yang menjadi pertanyaan, salah satunya adalah apakah hakim memutuskan secara "merdeka"?atau justru karena tekanan massa?

Kesimpulan mengenai putusan karena tekanan massa tidak dapat dihindari, karena pada faktanya memang tekanan massa begitu kuat. Hampir setiap bulan selama proses peradilan Ahok, banyak sekali aksi massa yang memaksa Ahok untuk dipenjara atau dihukum seberat-beratnya, dan yang paling akhir adalah "Aksi 55".

Dari sekian banyak Aksi yang dilakukan oleh salah satu pihak, maka kesimpulan masyarakat mengenai Trial by mob tidak dapat dihandari, dan kesimpulan tersebut puncaknya terjadi pada saat vonis hakim.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Ahok dengan 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun. Namun, Hakim berkata yang lain. Hakim menjatuhkan vonis selama 2 tahun penjara, yang berarti menjatuhkan hukuman lebih berat dari tuntutan jaksa, hal yang jarang terjadi di dalam putusan hakim.

Putusan hakim tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan dari banyak pihak, terutama dari kaum awam, atas dasar apa memberatkan hukuman terhadap Ahok? Maka dari itu, tidak sedikit pihak mengatakan bahwa ini semua adalah akibat dari tekanan massa yang begitu besar, sehingga membuat hakim kehilangan kemerdekaannya.

Oleh karena itu, kami rakyat Indonesia yang mencintai negara kami, mencintai keragaman kami, mencintai hukum negara kami, bersatu untuk MENGHENTIKAN PERADILAN OLEH MASSA yang sedang terjadi saat ini.



Today: Theodorus is counting on you

Theodorus Agustinus needs your help with “Mahkamah Agung: STOP PERADILAN OLEH MASSA (Trial by The Mob)”. Join Theodorus and 26 supporters today.